Tinjau Program Integrasi Sawit-Sapi

Selain mengunjungi lokasi PSR di Desa Pandu Sanjaya, Gubernur pada hari kedua kunjungan kerjanya ke Kobar juga meninjau pelaksanaan program integrasi sawit-sapi yang dilakukan Kelompok Peternak Subur Makmur di Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada. Kesuksesan program yang dikembangkan di Kobar dalam dua tahun terakhir ini telah menjadikannya contoh bagi daerah lainnya di Indonesia. "Sudah banyak daerah di Indonesia yang belajar tentang integrasi sawit-sapi ke Kobar," jelas Gubernur.

Menurutnya, program integrasi sawit-sapi sangat mungkin dikembangkan dengan luas perkebunan sawit di Indonesia yang mencapai 15 juta hektare. Dari luasan tersebut, 60%-nya dikelola oleh perusahaan swasta dan sisanya oleh petani secara mandiri. “Integrasi sawit-sapi diharapkan menjadi solusi atas biaya produksi bakalan. Integrasi sawit-sapi juga merupakan jawaban atas keinginan swasembada daging,” ucap orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai tersebut.

(Baca Juga : Gubernur Berharap Interaksi Masyarakat dan Kepala Daerah Terjalin Baik)

Pada kesempatan itu,  Kabid SDM dan Pascapanen Dinas Peternakan Kobar, Rubiansyah, mengatakan bahwa beberapa kelompok peternak dapat dijadikan contoh, seperti Kelompok Peternak Subur Makmur di Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada serta Kelompok Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Baru Mandiri di Desa Kubu.

 

Kepala Daerah