Akhir Bahagia Gerhana Matahari Total Maksimum Maksimum (GMT Max) di kota Palangka Raya

Link ke video youtube.com

Dahulu tahun 1983 bahkan sebelum Gerhana Matahari Total Maksimum GMT Max 09 Maret 2016 terjadi, banyak orang masih bersembunyi ketika terjadi hal itu. Namun 09 Maret 2016 Gerhana Matahari Total di Palangka Raya dihadiri amat banyak kerumunan manusia, khususnya di (dua) lokasi yaitu Bundaran Besar Jantung Kota dan Lapangan Sanaman Mantikei.

Dalam usia saya 55 tahun ini, baru pertama kali saya melihat kerumunan manusia yang begitu antusias dan kebersamaan warga baik asing maupun  lokal fokus pada satu hal di kota Palangka Raya. Pejabat Gubernur Kalimantan Tengah Drs. Hadi Prabowo, MM termasuk salah satu pimpinan yang mengkampanyekan GMT Max secara aktip bersama dengan unsur Pimpinan Daerah lainnya menyatu dalam kerumunan massa besar di Bundaran Besar kota Palangka Raya.

Meski matahari kadangkala terlindung awan, yang membantu penonton juga melihat ke angkasa dengan bahkan tanpa kaca mata karena awan tipis menolong pandangan langsung kejadian langka di kota Palangka Raya.

Sepanjang hidup, meski proses gerhana itu tak dapat diamati seratus persen, namun awan yang terkuak pada saat momen penutupan hampir 98 % dan corona yang nampak beberapa detik serta efek kegelapan yang terjadi saat penutupan total terjadi, membuat seluruh masyarakat yang hadir melakukan teriakan khas suku Dayak, yaitu “malahap”  Lu .. lu .. lu .. Kiye .. kie .. kie

Momen GMT Max khsusus untuk Provinsi Kalimantan Tengah juga seiring dengan proses demokrasi akhir terpilihnya H. Sugianto Sabran dan  Habib H. Said Ismail selaku Gubernur & Wakil Gubernur Kalimantan Tengah 2016 - 2021 - Indonesia.

Sampai bertemu lagi dalam peristiwa Gerhana Matahari Total Maksimum di kota Palangka Raya 300 tahun yang akan datang.

Happy ending Maximum Total Solar Eclipse (TSE Max) in the city of Palangkaraya

In the past 1983 even before the TSE Max occurred March 9, 2016, many people were still hiding in the event it was. However, March 9, 2016 Total Solar Eclipse in Palangkaraya crowd attended a great many people, especially in the (two) locations: Roundabout Great Heart of the City and the Sport arena Sanaman Mantikei.

In my 55 years of age, the first time I saw a crowd of people who are so enthusiastic and citizens together foreign and local focus on one thing in the city of Palangkaraya. Acting Governor of Central Kalimantan Drs. Hadi Prabowo, MM including one of the leaders who are actively campaigning TSE Max along with the other Regional Leaders elements together in a large crowd at the roundabout of the city of Palangkaraya.Although the sun is sometimes shielded cloud, which helps the audience also look into the sky, even without glasses for thin clouds help direct view rare occurrence in the city of Palangkaraya.

Throughout life, although the eclipse was not observable one hundred percent, but the clouds parted when the moment of the closing of nearly 98% and the corona is visible a few seconds and the effects of darkness that occurs when the total closure of the case, making the entire community who attended did yell of Dayak , namely "malahap" .. Lu lu lu .. .. .. kie kie Kiye ..

TSE Max special moment for the province of Central Kalimantan is also in line with the end of the democratic election process in which H. Sugianto Sabran and H. Habib H. Said Ismail won as Governor and Vice Governor  of Central Kalimantan for 2016 - 2021 Province of Indonesia.

Until we meet again in the event of the TSE Max in the city of Palangkaraya 300 years to come.



  ucapan selamat by palopat @ June, 23 2016 16:26 [balas komentar] [lapor]

nice infonya ,,

 

 

http://artikel-yusuf.blogspot.com

  Ucapan Idul Adha by Aeni @ September, 04 2016 08:02 [balas komentar] [lapor]

Mari Berpartisipasi


Ikut berpartisipasi dengan mengirimkan artikel maupun berita sangat diharapkan demi kemajuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun sebelumnya Anda harus melakukan login/mendaftar terlebih dahulu sebagai User.

pusbindiklatren