padiku sebelum panenmas darso kuat angkat panenankuyok merontok padiangkut gabah ke jalan, wih beratnya eui...

Panen padi sebenarnya sudah 3 minggu yang lalu, namun pada hari Rabu 15 April 2009 khusus panen dilahan yang kurawat sendiri seluas 0.3 Ha.   Kasusnya adalah terlambat tanam jadi bibit padinya suda tua lebih dari 25 hari dipersemaian,  bisa dibayangkan jadinya…anakan tidak berkembang semestinya yang berakibat pada produksi gabah yang  tidak maksimal.  Namun demikian aku tidak lantas berkecil hati, tetap saja aku rawat seperti biasanya.  Perlu diingat bahwa kasus utama selain pindah tanam yang terlambat, tanahnya masih ber PH antara 4 dan 5 yang tentunya akan banyak menimbulkan masalah pada serapan unsur haranya. Ketersediaan air melimpah apalagi saat hujan berbarengan air pasang, maklum sawahku termasuk lahanyang dipengaruhi air pasang surut sungai Mentaya hingga saat panenpun air masih melimpah karena masih ada pasang, namun asal tidak ada hujan air segera akan surut kembali.

Untuk luas lahan 0,3 ha ini aku gunakan 60 kg Urea dan 80 Kg NPK Ponska jumlah yang masih kurang banyak bila melihat kondis lahan yang sudah lama dikelola dan umur bibit yang sudah tua .  Pemberian Poc Nasa dan Hormonik sebanyak 4 kali dimulai umur 15 , 25, 35 dan 45 HST dengan dosis yang kian meningkat.  pada umur 15 dan 25 HST dosis 1 tutup hormonik + 5 tutup poc Nasa dan pada umur 35 dan 45 HST menjadi 2 tutup hormonik dan 8 tutup Poc nasa per tangki 14 liter.  Hasilnya cukup bagus lho…padiku saat masa vegetatif tumbuh sehat anakan sedang masih sesuai krietria dari deskripsi varietas Ciherang.  Serangan hama penyakit masih kami anggap ringan, sehingga aplikasi pestisida juga tidak banyak saya lakukan.

Saat panen adal yang menarik yang dilontarkan oleh mas darso yang biasa ikut panen di sawahku, pak yang ini antep(berat) banget padinya, saat di potong arit sudah kerasa ditangan dan benar katanya juga saat diangkut untuk dirontok dengan mesin mas darso kembali komentar yg sama.   Hasil panen padiku seluas 0,3 ha adalah sebanyak 35,5 karung seberat 55-60 kg/karungnya atau bila kurata rata berat per karungnya 55 kg saja menjadi 1.952,5 kg.  Sebelum pake nasa biasanya hanya  28 karung dengan berat 50 kg atau 1.400 Kg saja.  Ada selisih  552,5 kg, wah lumayan ini pikirku….sudah terbayangkan olehku berapa uang yang kuterima karena padiku dijual sebagai benih dengan harga Rp. 4.000/kg.  Penambahan Pupuk Organik dari PT. Natural Nusantara ternyata memang terbukti bagus padahal aku belum gunakan supernasa dan power nutrisinya lho.  Kedepan aku mesti ulangi lagi dengan penamabahan pupuk makro NPK dan mikro dari PT.NASA dan sangat optimis hasilnya lebih baik lagi, dengan catatan tanam dengan umur bibit yang muda sekitar 18 hari semai.

 

ciherang cvl tinggi, tidak lulus benih ciherangku yang lulus pemriksaan lapang I dan II

Tanaman padiku saat ini sudah berbunga serempak mendekati matang susu terutama yang ditanam sekitar tanggal 23 Desember 2008, vareitas Ciherang luas tanam 2 Ha kelas benih BP (Benih Pokok). Tapi sudah kami nyatakan tidak lulus karena cvl nya tinggi sekali, sayang memang namun urusan benih tidak ada ampunnya itu kesepakatan kami dengan pengawas benih tanaman (PBT) Wahyulin Parmanto, SP.  Padahal benih sumbernya kami peroleh dari Balai benih Induk Padi namun entah kenapa hasilnya tidak baik seperti ini, agar tidak mengecewakan petaniku yang lain tindakan tegas kami lakukan sejak dipertanaman.   Sukurlah tanaman padiku yang lain lulus pengawasan masa vegetatif, sumber benihnya dari PT. Pertani Jatim.  Tanaman tampak subur dan bila diamati seksama memang tidak ada campuran selain varietas ciherang, saat ini menjelang keluar malai namun belum serempak.  Cara tanam ala ari ternyata membantu sekali dalam hal kekurangan sdm petani untuk tanam sistim tegel/jajar, tanamanku terlihat tumbuh normal bahkan cenderung sangat baik, anakan berkembang rata-rata  24-30 anakan dan beberapa ada yang diatas itu.  Melalui alur kosong inilah pemupukan lebih terjamin rata ke tanaman, penyiangan gulma menggunakan herbisida selektif  RICE STAR juga terpapar rata sehingga gulma jejagoan bisa dikendalikan.  Penyemprotan POC Nasa dan Hormonik pada umur 45 hari atau mendekati fase generatif aku lakukan dengan dosis lebih yakni 8 tutup poc nasa dan 2 tutup hormonik.

Aplikasi poc nasa dan hormonik sampai saat ini sudah 4 kali, dari dosis standar sampai dosis tinggi.  sebenarnya dengan dosis standarpun sudah bagus akan tetapi saya ingin mencobanya dengan dosis lebih, dari segi biaya tidak banyak pengaruh karena pupuk makro aku hemat dan harga benih cukup bagus, sehingga keuntungan masih banyak kok he he he…..!  pada beberapa petak lahan yang menggunakan supernasa jauh lebih bagus tanamannya, lebih sehat dan batangnya besar besar dan anakannya lumayan bikin kami puas.