Anda di ->Depan : Pusat Artikel : DINAS : Dinas Perkebunan : MEMAHAMI BENIH / BIBIT TANAMAN PERKEBUNAN UNGGUL BERMUTU UNTUK BUDIDAYA PADA LAHAN TIDUR
 
 
 Menu Utama
 
  Depan
      Sekapur Sirih: KALTENG
  Kategori Info
      Berita
      Bulletin Isen Mulang
      Pemberitahuan
      ASISTEN
      BADAN
      DINAS
      BIRO
      Unit Pelaksana Teknis
      Kantor Penghubung
      Opini Publik
      Good Governance
      KAPET KAKAB
      BULOG Kalteng
      Logo Asli Kalteng
      PERATURAN WEBSITE
      DIREKTORI APPSI
      STAF AHLI GUBERNUR
      PERATURAN
      TPKUPD (Keuangan)
      Masa Ke Masa
      Topographi
      Sosial Ekonomi
      Agama, Adat dan Budaya
      Fasilitas
      Pariwisata
  Gallery
  Forum
  Iklan
  Situs Lama
  Manual Situs
 
 
 
 
Hai Tamu! di sini tempat:
[Mendaftar] [Login]
 
 
 Jejak Bacaan
 
» Tiada Jejak Tercatat!
 
 
 Tampilan
 
Pilih tampilan
 
 
 Modul
 
XML - Sumber Berita
Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini
 
 
 Jajak Mingguan
 
Kalteng menjadi lokasi dunia untuk proyek perintis menjaga paru-paru dunia. Central Kalimantan has been become a world pilot project in protecting the LUNG OF THE WORLD.
 
Most agreable / Sangat Setuju
Agree / Setuju
Moderate / Kurang Setuju
Disagree / Tidak Setuju
Referensi Jajak/Poll Reference
Tampilkan Semua Polling Aktif
 
 
 MEMAHAMI BENIH / BIBIT TANAMAN PERKEBUNAN UNGGUL BERMUTU UNTUK BUDIDAYA PADA LAHAN TIDUR
 
  •  
  •  

Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini

  • Penulis: Oleh : Ir. H E R T E R*)
  • Di kirim oleh: BP3B
  • diserahkan: 12/16/2009 8:56:20 AM
  • Peremajaan terakhir: 16/12/2009 9:02:39
  • Di baca: 3243 kali
  • Jenis_isi: text/html (114962 Bytes = 0 * 1 MB + 114962 Bytes)
  • Bertempat di: Pusat Artikel : DINAS : Dinas Perkebunan

 

MEMAHAMI BENIH / BIBIT TANAMAN PERKEBUNAN
UNGGUL BERMUTU UNTUK BUDIDAYA PADA LAHAN TIDUR
 
Oleh : Ir. H E R T E R*)
 
Benih adalah tanaman atau bagian tanaman yang digunakan untuk memperbanyak dan/atau mengembang biakkan tanaman. Untuk dapat memperoleh hasil yang baik maka diperlukan adanya benih unggul. Benih unggul adalah varietas tanaman yang telah dilepas oleh pemerintah yang mempunyai kelebihan dalam potensi hasil dan/ atau sifat-sifat lainnya. Benih unggul lokal adalah varietas tanaman yang telah ada dan dibudidayakan secara turun temurun oleh petani, serta menjadi milik masyarakat dan dikuasai oleh negara.
 
Yang dimaksud dengan varietas adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh suatu bentuk tanaman, pertumbuhan tanaman, daun, bunga, buah, biji dan ekspresi karakteristik genotipe atau kombinasi genotipe yang dapat membedakan dari jenis atau spesies yang sama oleh sekurang-kurangya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami perubahan.
 
Benih unggul adalah produk rekayasa genetik yang dilaksanakan oleh para pemulia tanaman. Produk rekayasa genetik adalah organisma hidup, bagian-bagiannya dan / atau hasil olahannya yang mempunyai susunan genetik baru dari hasil penerapan bioteknologi modern.
 
Sejalan dengan perkembangan zaman, di Kalimantan Tengah yang semula sumber daya alamnya sangat melimpah kini telah mengalami penurunan sangat drastis. Budidaya ekstraktif (budidaya yang hanya mengambil dari ketersediaan di alam) telah hampir-hampir berakhir. Masyarakat saat ini dituntut untuk dapat merencanakan, mengembangkan dan memproduksi produk-produk yang diperlukan untuk menjaga kesejahteraan hidupnya pada saat ini maupun di masa-masa mendatang.
 
Tantangan tersebut harus disikapi secara arif dan bijak. Potensi sumber daya lahan dapat dimanfaatkan. Dengan luas 1,5 kali Pulau Jawa, wilayah Kalimantan Tengah dapat dimanfaatkan untuk kawasan budidaya. Ekspansi yang sangat kuat  oleh usaha perkebunan besar dan pertambangan harus mampu diatur dengan secara tepat dan baik sehingga tidak mengurangi dan menghambat usaha masyarakat untuk dapat tumbuh dan berkembang. Migrasi penduduk dari luar Kalimantan Tengah juga harus dapat disikapi sehingga tidak menimbulkan ketidakmampuan ruang yang ada dan menimbulkan friksi yang tidak perlu. Keberadaan tata ruang yang final harus secepatnya dilakukan oleh Pemerintah.
 
Potensi pengembangan perkebunan karet, kelapa dan kelapa sawit bagi masyarakat menjadi sangat terbuka. Dari total ekspor Kalimantan Tengah, 16 % nilai ekspor berasal dari komoditi Karet. Sulawesi Utara mengalami kemakmuran karena mengembangkan komoditi kelapa yang dimulai dari Industri Hulu hingga Industri Hilir. Kelapa Sawit saat ini layak dikembangkan oleh masyarakat secara swadaya maupun melalui program pemerintah. Ini dimungkinkan karena seluruh perkebunan kelapa sawit yang ada di Kalimantan Tengah kekurangan TBS untuk dapat diolah di Pabrik Pengolahan. Kouta ekspor menuntut produsen CPO harus mampu menjamin supply yang cukup sehingga tidak terjadi stagnasi ekspor CPO.
 
Untuk menyikapi permasalahan tersebut, kita dapat lakukan dengan mengembangkan dan melaksanakan budidaya tanaman perkebunan. Budidaya perkebunan rakyat harus bangkit dan bekembang luas, tersebar merata menjangkau seluruh pelosok-pelosok Kalimantan Tengah. Tidak hanya untuk masyarakat yang mampu tetapi juga harus menjangkau kepada masyarakat yang tidak mampu.
 
Peran para pihak harus kita tingkatkan sehingga kita bangkit menuju kemakmuran seperti yang dialami oleh Masyarakat di Thailand. Long Life Central Borneo, yes we can. Lahan tidur kita manfaatkan untuk budidaya perkebunan. Kelapa sawit sangat tahan terhadap kebakaran lahan dan tidak memerlukan kondisi tanah yang subur, karet sangat cocok untuk masyarakat daerah kering maupun daerah basah. Kelapa sangat cocok untuk daerah pesisir pantai hingga agak ke daratan di muara-muara sungai Kalimantan Tengah.
 
Benih tanaman perkebunan sangat diperlukan untuk dapat melakukan budidaya perkebunan. Benih bagaimana yang baik?, dimanakah kita dapatkan dan mengapa harus menggunakan benih yang baik?
 
I.      Benih Karet.
 
Standarisasi Mutu Benih Karet Okulasi dalam Polybag
 

No
Tolok Ukur
Persyaratan
1.
Mutu Genetis
a. Batang atas
b. Batang bawah
 
Murni entres klon anjuran
Murni benih anjuran untuk batang bawah
2.
Mutu Fisik
a. Umur bibit
b. Tinggi payung
c. Diameter tunas
d. Jumlah payung daun
e. Sudut tunas
f. Warna daun
 
3 – 5 bulan
> 15 cm
> 0,5 cm
1 – 2 payung
> 20 derajat
Hijau s/d hijau tua
3.
Mutu Fisiologis
Pertumbuhan normal
4.
Polybag
a. Ukuran
b. Warna
 
Minimum 13 x 35 cm
Hitam
5.
Kesehatan
Bebas hama dan penyakit utama

 
Benih karet yang memenuhi standart dapat diperoleh di Penangkar Binaan Dinas Perkebunan setempat. Benih yang dihasilkan penangkar di wilayah Kalimantan Tengah secara umum kualitas dan mutunya lebih baik dibanding dari daerah luar. Kebun-kebun entres karet di Kalimantan Tengah yang digunakan penangkar sudah dilakukan pemurniannya. Kegiatan pemurnian dilakukan secara terus menerus bekerjasama dengan Balai Penelitian Karet Getas Salatiga. Penggunaan entres karet mata prima oleh penangkar telah secara mutlak dilakukan.
 
 
 
 
Benih karet dari luar seringkali bermutu rendah karena untuk memproduksi benih dalam jumlah banyak menggunakan entres mata sisik. Entres mata sisik jarang digunakan, bila dipergunakan hanya untuk okulasi hijau. Pertumbuhan entres mata sisik sangat lambat dibanding pertumbuhan entres mata prima. Benih yang berasal dari luar Kalimantan Tengah seringkali terjangkit penyakit yang ganas seperti Penyakit Jamur Akar Putih. Penyakit ini mengakibatkan tanaman mengalami kematian.
 
Klon karet unggulan saat ini baik dipergunakan adalah klon karet dari Generasi IV seperti PB 260, IRR 32, IRR 39, IRR 112, AVROS 2037, BPM 1, BPM 24 dan PR 261. Klon PB 260 dan IRR 39 sangat disukai petani Thailand karena menghasilkan latek yang biomasanya sangat tinggi. Klon ini sangat cocok dikembangkan di Kalimantan Tengah. Situasi dan iklim di Kalimantan Tengah sangat menyerupai daerah-daerah pengembangan karet di Thailand.
 
Alamat penangkar benih karet yang direkomendasikan seperti ; PT. Citra Muliya Sentosa di Km. 17 Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya, Koperasi Keluarga Km 2,5 Anjir Sarapat Kecamatan Kapuas Barat, CV. Lembah Hijau Km 5 Basarang Kabupaten Kapuas. Joko Purwanto Desa Sungai Rangit SP 4 Pangkalan Bun, CV. Megatani Jalan Rindang Banua Kotim, Purwanto Km 3,5 Mantaren Kabupaten Pulang Pisau dan Suhartono Desa Bentot Barito Timur.
 
II.    Benih Kelapa Sawit.
 
Standarisasi Mutu Benih Kelapa Sawit dalam Polybag
 

No
Tolok Ukur
Persyaratan
1.
Mutu Genetis
a. Asal bahan tanaman
b. Varietas
c. Kemurnian
 
Kebun benih yang ditetapkan oleh Mentan.
Benih bina.
Sesuai dengan standart varietas
2.
Mutu Fisik
a. Umur bibit
b. Tinggi payung
c. Diameter batang
d. Jumlah pelepah
e. Warna daun
 
Maksimum 18 bulan
> 126 cm
> 7 cm
> 18 pelepah
Hijau s/d hijau tua
3.
Mutu Fisiologis
Pertumbuhan normal
4.
Polybag
a. Ukuran
b. Warna
 
Minimum 40 x 50 cm
Hitam
5.
Kesehatan
Bebas hama dan penyakit utama

 
Untuk mendapatkan benih/bibit kelapa sawit yang memenuhi standart dapat berhubungan dengan Dinas Perkebunan setempat. Dinas Perkebunan umumnya telah melakukan pembinaan penangkar benih dengan cara Waralaba Benih Kelapa Sawit. Penangkar melaksanakan pembibitan kecambah kelapa sawit yang bersumber dari sumber benih kelapa sawit seperti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Bila benih telah cukup umur maka dilakukan penjualan kepada yang membutuhkan.
 
Di Kalimantan Tengah, masih dilakukan usaha perintisan penyediaan benih kelapa sawit. PT. Astra Agro Lestari di Pangkalan Bun bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan telah membangun Seed Processing Unit (SPU) Benih Kelapa Sawit. Selain itu juga telah dibangun kebun induk dan kebun bapak Kelapa Sawit. Kebun ini direncanakan berproduksi pada Tahun 2012, yang nantinya didahului  dengan dilakukan penetapan dan pelepasan varietas oleh Menteri Pertanian.
 
Produksi benih yang ada saat ini merupakan kegiatan uji coba SPU. Benih yang digunakan berasal dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit kebun Marihat Sumatera Utara dan Kebun Benih Kelapa Sawit di Parindu Kalimantan Barat. Bila kita membeli kecambah kelapa sawit untuk dikembangkan sendiri, standarisasi mutu kecambah yang perlu diperhatikan adalah :
 
Standarisasi Mutu Benih Kecambah Kelapa Sawit.
 

No
Tolok Ukur
Persyaratan
1.
Mutu Genetis
a. Asal bahan tanaman
b. Varietas
c. Kemurnian
 
Kebun benih yang ditetapkan oleh Mentan.
Benih bina.
Sesuai dengan standart varietas
2.
Mutu Fisik
a. Berat biji
b. Radikula dan plumula :
     - Panjang
     - Warna
     - Arah tumbuh
     - Kenampakan
 
Minimal 0,8 gram
 
Maksimal 2 cm
Putih kekuningan
Berlawanan arah
Dapat dibedakan dengan jelas
3.
Mutu Fisiologis
Pertumbuhan normal
5.
Kesehatan
Bebas hama dan penyakit utama

 
Benih kelapa sawit yang tidak bermutu dicirikan; panjang plumula tidak seragam, bila sampai masa berbuah tidak berbuah, rendemen buah sawit sangat rendah, cangkang tebal dan tumbuh tidak sesuai dengan harapan, usia tanam yang pendek. Tandan buah jarang, berakibat jumlah panen per hektar menjadi sangat rendah.
 
Kelapa sawit sangat cocok ditanam pada lahan-lahan tidur di sekitar kota Palangka Raya. Tanaman ini agak tahan terhadap kebakaran yang sering melanda, dapat tumbuh pada tanah bergambut yang tidak terlalu dalam. Ketebalan gambut hingga 3 m, kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik. Pada ketebalan gambut lebih dari 3 m, tanaman kelapa sawit mudah mengalami roboh.
 
Tandan buah kelapa sawit yang dihasilkan dibeli oleh pedagang pengumpul. Di tempat pengumpulan TBS di dekat Hotel Batusuli Palangka Raya, TBS dibeli dengan harga Rp. 500,-/kg. TBS dalam jumlah banyak dapat disetor langsung kepada pabrikan di wilayah Kotawaringin Timur dan Katingan. Pengumpulan dan penjualan TBS merupakan ladang usaha baru. Diperkirakan pada 5 – 10 tahun ke depan, usaha ini telah menjadi kegiatan ekonomi yang menguntungkan dan prospektif. Pemerintah diharapkan pro aktif, jika diperlukan dapat mendorong investasi pembangunan pabrik CPO dimana TBS yang diolah berasal dari kebun masyarakat.
III.  Benih Kelapa
 
Standaraisasi Mutu Benih Tanaman Kelapa
 

No
Tolok Ukur
Persyaratan
1.
Tingkat kemurnian
90% warna tangkai daun sama dengan induknya
2.
Umur buah kelapa saat panen
> 11 bulan, ditandai dengan perubahan warna buah
3.
Air buah
Berbunyi nyaring jika diguncang
4.
Tebal daging buah
> 10 mm
5.
Daya kecambah
80% setelah tiga bulan semai
6.
Lama penyimpanan benih
Maksimum 4 minggu pada suhu kamar, sirkulasi baik
7.
Penampilan kulit buah
Tidak keriput
8.
Berat buah
> 1.000 gr per butir, > 650 gr tanpa sabut
9.
Kesehatan benih
Tidak terserang hama dan penyakit

 
Benih kelapa dapat diperoleh dari kebun Blok Penghasil Tinggi Kelapa Dalam (BPTKD). Dapat pula dipesan kepada Pusat Penelitian Kelapa dan Palma di Manado Sulawesi Utara. BPTKD di Kalimantan Tengah dapat dijumpai di Bahaur Kabupaten Pulang Pisau, Samuda dan Bapinang Kabupaten Kotawaringin Timur. Secara rinci untuk mendapatkan benih kelapa yang baik dapat menghubungi Dinas Perkebunan setempat.
 
Selanjutnya benih yang diperoleh dilakukan penyemaian. Persemaian benih kelapa dibuat sesuai keperluan. Setiap benih yang disemai disayat sabutnya dengan pisau pada bagian pangkal. Bidang yang lebar ditempatkan pada bedengan. Lakukan penyiraman dan pengendalian hama penyakit sesuai kondisi di persemaian.
 
Bibit tanaman kelapa akan tumbuh merata pada 3 bulan setelah semai. Bibit yang cepat pertumbuhannya sangat baik untuk ditanam. Bibit yang lambat pertumbuhannya sebaiknya dimanfaatkan untuk pembuatan minyak.
 
Penanaman kelapa dalam sangat cocok dilakukan pada daerah-daerah pasang surut. Pada daerah tersebut, produksi tanaman kelapa hampir-hampir tidak tergantung pada musim. Pada musim kemarau tanaman kelapa tetap berproduksi.
 
 
IV.  Penutup
 
Demikian tulisan ini disusun, kiranya bermanfaat untuk membantu kita mengkaji dan memanfaatkan lahan tidur di Kalimantan Tengah sehingga mampu dikembangkan menjadi lahan produktif dan berguna bagi peningkatan perekonomian di masa-masa mendatang.
 
 
 
*) = Kepala Balai Perlindungan Perkebunan dan Pengawasan Mutu Benih, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah.

 

GAMBAR BENIH-BENIH TANAMAN PERKEBUNAN BERMUTU

GAMBAR BIBIT UMUR 16 BULAN SUMBER BENIH PT. SOCFINDO SUMATERA UTARA DI KEBUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DESA BAUNG KAB. SERUYAN.

BIBIT TANAMAN KARET KLON PB 260 MILIK PENANGKAR DI KAB. KAPUAS

 

SEED PROCESSING UNIT MILIK PT. ASTRA AGRO LESTARI DI PANGKALAN BUN, CIKAL BAKAL PENGHASIL BENIH KELAPA SAWIT BERMUTU DI KALIMANTAN TENGAH.
 
ALUR PELAKSANAAN PENGOLAHAN BENIH KELAPA SAWIT MENJADI BENIH KELAPA SAWIT MILIK PT. ASTRA AGRO LESTARI DI PANGKALAN BUN.
 
 
 
 
 
Tulisan Lain dari BP3B
 
 
 Artikel/Berita lainnya
 
 
 
 Komentar Pembaca
 

Komentar menunjukkan dedikasi kita...
 
 
 
 
Kembali ke Dinas Perkebunan
Kembali ke Depan
 
 
 Statistik Situs
 
Menu Utama Terbagi: [ 65 ] / Jumlah Artikel Dalam Kategori Info: [ 314 ]
Jumlah penyelia lokal terdaftar: [ 2073 ]
Total Pengunjung: [ 19794480 ] /  Pemakai online:  0  / informasi lanjut
 
 
 
 
Pemprov KaltengLama membuka halaman : [0,171875] detik
Gunakan Internet Explorer 6.0, Mozilla Firefox 1.5.0.7!
:: Manual :: Email Administrator ::