Anda di ->Depan : Pusat Artikel : DINAS : Dinas Perkebunan : RAPAT KOORDINASI
 
 
 Menu Utama
 
  Depan
      Sekapur Sirih: KALTENG
  Kategori Info
      Berita
      Bulletin Isen Mulang
      Pemberitahuan
      ASISTEN
      BADAN
      DINAS
      BIRO
      Unit Pelaksana Teknis
      Kantor Penghubung
      Opini Publik
      Good Governance
      KAPET KAKAB
      BULOG Kalteng
      Logo Asli Kalteng
      PERATURAN WEBSITE
      DIREKTORI APPSI
      STAF AHLI GUBERNUR
      PERATURAN
      TPKUPD (Keuangan)
      Masa Ke Masa
      Topographi
      Sosial Ekonomi
      Agama, Adat dan Budaya
      Fasilitas
      Pariwisata
  Gallery
  Forum
  Iklan
  Situs Lama
  Manual Situs
 
 
 
 
Hai Tamu! di sini tempat:
[Mendaftar] [Login]
 
 
 Jejak Bacaan
 
» Tiada Jejak Tercatat!
 
 
 Tampilan
 
Pilih tampilan
 
 
 Modul
 
XML - Sumber Berita
Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini
 
 
 Jajak Mingguan
 
Kalteng menjadi lokasi dunia untuk proyek perintis menjaga paru-paru dunia. Central Kalimantan has been become a world pilot project in protecting the LUNG OF THE WORLD.
 
Most agreable / Sangat Setuju
Agree / Setuju
Moderate / Kurang Setuju
Disagree / Tidak Setuju
Referensi Jajak/Poll Reference
Tampilkan Semua Polling Aktif
 
 
 RAPAT KOORDINASI
 
  •  
  •  

Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini

  • Penulis: Disbun
  • Di kirim oleh: dantes
  • diserahkan: 1/2/2008 10:53:00 AM
  • Peremajaan terakhir: 02/01/2008 10:53:00
  • Di baca: 2464 kali
  • Jenis_isi: text/html (37288 Bytes = 0 * 1 MB + 37288 Bytes)
  • Bertempat di: Pusat Artikel : DINAS : Dinas Perkebunan

RAPAT KOORDINASI PELAKSANAAN PROGRAM REVITALISASI PERKEBUNAN DAN KUNJUNGAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH DALAM RANGKA PENANAMAN PERDANA PROGRAM REVITALISASI PERKEBUNAN

                    Ada 3 (tiga) pilar keberhasilan pelaksanaan Revitalisi Perkebunan yang pertama adanya program, kedua adanya pendanaan dan ketiga adanya masyarakat. Dari rangkaian kegiatan ini ukuran keberhasilan      adalah program ini bermanfaat bagi             
masyarakat dan jika manfaatnya tidak bisa dinikmati oleh masyarakat berarti program tersebut gagal, yang dilanjutkan dengan mengutip UUD pasal 33 ayat 1. Itu antara lain isi sambutan dan arahan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah pada acara kunjungan kerja dan penanaman perdana program revitalisasi perkebunan perkebunan pola kemitraan dengan PT. Gemareksa Mekarsari di desa Mukti Manunggal (H-3) Kecamatan Mantobi Raya Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah.
Kalimantan Tengah melalui program revitalisasi perkebunan berdasarkan hasil workshop tanggal 24 Januari 2007 menetapkan Kebijakan pengembangan perkebunan melalui Program Revitalisasi Perkebunan Kalimantan Tengah diarahkan untuk perkebunan rakyat melalui kemitraan maupun non kemitraan seluas 579.000 Ha dimulai tahun 2007-2010, terdiri dari karet 152.000 Ha dan Kelapa Sawit 427.000 Ha, sebagai salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang diharapkan sebagai salah satu cara menghapuskan kemiskinan di Kalimantan Tengah. Selanjutnya kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Ir. Farinthis Sulaeman mengistilahkan dengan "Pecah Telur". Momen ini menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah merupakan penantian panjang yang dimulai dari pertemuan bulan September 2006
Rangkaian cara dimulai dengan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Revitalisasi tanggal 6 Agustus 2007 di Aula Jayang Tinggang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Bapak Agustin Teras Narang, SH yang dihadiri oleh Direktur Tanaman Penyegar dan Obat-obatan mewakili Direktur Jenderal Perkebunan, Bupati/Walikota se Kalimantan Tengah, Asisten II Bidang Ekonomi, Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi perkebunan, Perusahaan Besar (PB)/Calon Avalis, Kepala Dinas, Satuan Kerja Tingkat Provinsi.
           Pada Tanggal 7 dilanjutkan dengan acara kunjungan Kerja Gubernur Kalimantan Tengah dalam rangka penanaman perdana Program Revitalisasi Perkebunan Pola Kemitraan dengan PT. Gemareksa Mekarsari di desa Mukti Manunggal (H-3) Kecamatan Mantobi Raya Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah. 
            Acara kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah menggunakan pesawat DAS dari Palangka Raya-Kotawaringin Barat yang dilanjutkan dengan menggunakan Helikopter dimulai dengan rombongan Kadis Perkebunan, Asisten II, Direktur PT. BNI, Kakanwil PT. BNI Wilayah Kalsel-Kalteng, dan Gubernur Kalimantan Tengah beserta Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang disambut oleh Bupati, Camat, Kepala Desa, Demang Kepala Adat Kabupaten Lamandau. Rombongan disambut dengan acara adat potong pantan sebelum memasuki areal acara. Dalam Pertemuan ini dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten lamandau, Petani Pekebun, Masyarakat, Kabupaten yang berdekatan seperti Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Katingan, bahkan Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Utara turut serta hadir.
            Gubernur Kalimantan Tengah dari luasan hasil workshop tanggal 24 Januari 2007 dimana target untuk Kabupaten Lamandau untuk Program Revitalisasi Perkebunan dari tahun 2007-2010 sebesar 5.000 Ha untuk karet dan 40.000 Ha untuk kelapa sawit, bukan harga mati apalagi kalau masyarakat menghendaki karet yang lebih besar.
           Penanaman Perdana yang dicanangkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah seluas 6.100 Ha kelapa sawit bagi 2.700 KK di wilayah PT. Gemareksa Mekarsari di desa Mukti Manunggal (H-3) Kecamatan Mantobi Raya Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah. Selanjutnya Wakil Bupati dalam laporannya perusahaan yang sedang dalam tahap akhir penyelesaian persyaratan adalah PT. First Lamandau Timber International (FLTI) dengan lahan yang dicadangkan 10.040 Ha dengan anggota 4.000 KK. (Disbun Prov Kalteng)
 
  
RAPAT KOORDINASI PENGENDALIAN KEBAKARAN LAHAN DAN KEBUN ANTARA PEMERINTAH, PERUSAHAAN BESAR DAN PETANI PEKEBUN
 
Dalam Sambutannya Wakil Gubernur Kalimantan Tengah pada arahan Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun Antara Pemerintah, Perkebunan Besar (PB) dan Patani/pekebun menekankan bahwa untuk tahun 2007 Pemerintah Daerah bertekad untuk mentaati Deklasi Kalimantan Tengah pada tanggal 25 Juli 2007 yakni “ Pada tahun 2007 dan seterusnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bertekad: Stop Kebakaran, Stop Asap dan Stop Bencana”.
 
       Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah melakukan Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun Antara Pemerintah, Perkebunan Besar (PB) dan Patani/pekebun selama 1 (satu) hari di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.   Acara di pimpin oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Ir. H. Achmad Diran, Ibu Asisten II, Direktur Perlindungan Tanaman Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan beserta staf, Bupati/Walikota se Kalimantan Tengah, Kepala Dinas yang membidangi Perkebunan Kabupaten/Kota se KalimantanTengah, Dinas Instansi, Badan, Satuan Kerja yang menanggani Kebakaran tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
          Dalam acara yang ini Kapala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Ir. Farinthis Sulaeman pada laporannya kepada Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, bahwa Dinas Perkebunana Provinsi Kalimantan Tengah telah mengumpulkan data kesiapan Perkebunan Besar (PB) dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan kebun pada tahun 2007 ini yang harus dilaporkan kepada Wakil Gubernur cq. Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah.     Adapun Hasil  rapat tersebut secara garis besar sebagai berikut :
 
RESUME RAPAT KOORDINASI
PENGENDALIAN KEBAKARAN LAHAN DAN KEBUN
Palangka Raya, Rabu Tanggal 25 Juli 2007

I. PENYELENGGARAAN RAPAT
 
    1. Latar Belakang, Maksud dan Tujuan
 
      a.   Latar Belakang
Pemerintah Daerah dan masyarakat Kalimantan Tengah menghendaki bencana kebakaran dan asap yang terjadi pada tahun 2006 tidak terulang pada tahun 2007 dan seterusnya.
Komitmen Pemerintah Daerah; "stop kebakaran, stop asap dan stop bencana"
Rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka mendukung komitmen "stop kebakaran, stop asap dan stop bencana".
 
 b.   Maksud dan Tujuan
              Maksud dan tujuan pelaksanaan rapat koordinasi ini adalah :
-   Membangun/memantapkan kesamaan pemahaman/persepsi tentang pentingnya tindakan pengendalian (pencegahan, penanggulangan dan penindakan) kebakaran lahan dan kebun;
-   Memantapkan operasionalisasi komitmen "stop kebakaran, stop asap dan stop bencana";
-   Konsolidasi keterpaduan dan sinergisitas kesiapan semua stakeholder untuk mengendalikan kebakaran lahan dan kebun.
 
2. Dasar Pelaksanaan
DIPA Pengembangan Agribisnis Perkebunan No. 1167.0/018-05.1/XVII/2007 tanggal 31 Desember 2006.
 

3. Waktu dan Tempat

Rapat dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 Juli 2007 di Aula Eka Hapakat, Lantai-III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
 
4. Pimpinan Rapat, Nara Sumber dan Peserta
-        Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah;
-        Nara Sumber adalah; Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kepala Direktorat Serse Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah;
-        Peserta rapat; Bupati/Walikota atau yang mewakili, Kepala SKPD terkait di Kabupaten/Kota, Pimpinan Perusahaan Perkebunan Besar dan perwakilan Petani Pekebun.
                                                        
5. Agenda Utama dan Susunan Acara
-        Paparan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah;
-        Respon Bupati/Walikota atau yang mewakili;
-        Paparan KaDit Serse Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah;
-        Paparan Direktur Perlindungan Perkebunan DitJenbun;
-        Laporan kesiapan Perkebunan Besar;
-        Diskusi dan tanya-jawab.
 
II. RESUME RAPAT
 
1.     Peserta rapat sepakat tentang pentingnya tindakan pengendalian (pencegahan, penanggulangan dan penindakan) kebakaran lahan dan kebun serta mendukung komitmen"stop kebakaran, stop asap dan stop bencana" melalui peningkatan berbagai upaya dan tindakan pencegahan, penanggulangan dan penindakan/penegakan hukum;
 
2.     Tindakan pencegahan lebih penting/harus diutamakan dan supaya lebih ditingkatkan lagi secara sinergis, berupa :
a.      Berbagai bentuk kegiatan sosialisasi tentang dampak negatif kebakaran lahan dan kebun serta sosialisasi Peraturan Perundangan mengenai pengendalian kebakaran lahan dan kebun serta sanksi bagi pelaku pembakaran lahan dan kebun;
b.     Pelatihan-pelatihan tentang teknik pengendalian kebakaran lahan dan kebun;
c.      Pemasangan rambu-rambu dan spanduk-spanduk peringatan;
d.     Pengaktifan sistem pemantauan dan peringatan/diteksi dini;
e.      Penyiapan organisasi, personil, sarana, prasarana, bahan, peralatan dan dana yang memadai.
 
 3. Dengan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, data/informasi lengkap tentang kesiapan semua Perkebunan Besar dalam mengantisipasi bahaya kebakaran lahan dan kebun, supaya dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Tengah Up. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, paling lambat 1 (satu) minggu setelah dilaksanakan Rapat Kordinasi ini.
 
                                                Palangka Raya, 25 Juli 2007
 
                                               Wakil Gubernur Kalimantan Tengah,
 
 
 
                                                          Ir. H. ACHMAD DIRAN 
 
 

 

 
 
 
 
 
Tulisan Lain dari dantes
 
 
 Artikel/Berita lainnya
 
 
 
 Komentar Pembaca
 

Komentar menunjukkan dedikasi kita...
 
 
 
 
Kembali ke Dinas Perkebunan
Kembali ke Depan
 
 
 Statistik Situs
 
Menu Utama Terbagi: [ 65 ] / Jumlah Artikel Dalam Kategori Info: [ 314 ]
Jumlah penyelia lokal terdaftar: [ 2073 ]
Total Pengunjung: [ 19787767 ] /  Pemakai online:  2  / informasi lanjut
 
 
 
 
Pemprov KaltengLama membuka halaman : [0,078125] detik
Gunakan Internet Explorer 6.0, Mozilla Firefox 1.5.0.7!
:: Manual :: Email Administrator ::