Anda di ->Depan : Berita : KTM (Kota Terpadu Mandiri)
 
 
 Menu Utama
 
  Depan
      Sekapur Sirih: KALTENG
  Kategori Info
      Berita
      Bulletin Isen Mulang
      Pemberitahuan
      ASISTEN
      BADAN
      DINAS
      BIRO
      Unit Pelaksana Teknis
      Kantor Penghubung
      Opini Publik
      Good Governance
      KAPET KAKAB
      BULOG Kalteng
      Logo Asli Kalteng
      PERATURAN WEBSITE
      DIREKTORI APPSI
      STAF AHLI GUBERNUR
      PERATURAN
      TPKUPD (Keuangan)
      Masa Ke Masa
      Topographi
      Sosial Ekonomi
      Agama, Adat dan Budaya
      Fasilitas
      Pariwisata
  Gallery
  Forum
  Iklan
  Situs Lama
  Manual Situs
 
 
 
 
Hai Tamu! di sini tempat:
[Mendaftar] [Login]
 
 
 Jejak Bacaan
 
» Tiada Jejak Tercatat!
 
 
 Tampilan
 
Pilih tampilan
 
 
 Modul
 
XML - Sumber Berita
Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini
 
 
 Jajak Mingguan
 
Kalteng menjadi lokasi dunia untuk proyek perintis menjaga paru-paru dunia. Central Kalimantan has been become a world pilot project in protecting the LUNG OF THE WORLD.
 
Most agreable / Sangat Setuju
Agree / Setuju
Moderate / Kurang Setuju
Disagree / Tidak Setuju
Referensi Jajak/Poll Reference
Tampilkan Semua Polling Aktif
 
 
 KTM (Kota Terpadu Mandiri)
 
  •  
  •  

Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini

  • Penulis: Herson Tamin
  • Di kirim oleh: admin
  • diserahkan: 26/02/2008 11:37:44
  • Peremajaan terakhir: 26/02/2008 11:38:39
  • Di baca: 4093 kali
  • Jenis_isi: text/html (8416 Bytes = 0 * 1 MB + 8416 Bytes)
  • Bertempat di: Berita

Pemerintah Pusat akan menerapkan konsep baru dalam pengembangan kota. Pola pengembangan yang dilakukan adalah pola pengembangan kota terpadu di kawasan hutan. Media Indonesia On-Line tanggal 26 Februari 2008 memberi judul beritanya KTM (Kota Terpau Mandiri)  Kawasan Hutan Diujicobakan di Tiga Provinsi. Penulis: Hanum

JAKARTA--MI: Pemerintah akan melaksanakan ujicoba pembangunan dan pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) di kawasan hutan pada tiga provinsi tahun ini.

Kesepakatan itu merupakan hasil pertemuan antara Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno dengan Menteri Kehutanan (Menhut) MS Ka'ban pada 21 Februari 2008. "Uji coba akan dilakukan di Provinsi Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah," kata Menakertrans, di Jakarta, Selasa (26/2).

Menurut skema yang ada, total lahan transmigrasi di ketiga provinsi tersebut adalah 4.082.906 hektare (ha) dengan perincian, Kalbar 1.101.577 ha, Sumsel 1.204.538 ha, dan Kalteng 1.776.791 ha.Ketiga lokasi uji coba KTM tersebut akan diprioritaskan pada kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI), Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di kawasan hutan produksi.

"Kesepakatan saya dan Menakertrans berdasarkan surat keputusan bersama tentang Pelepasan Kawasan Hutan Dalam Rangka Penyelenggaraan Transmigrasi yang ditandatangani November 2007," terang Erman.

Konsep tata ruang yang ditawarkan pemerintah dalam lokasi tersebut antara lain, setiap satu satuan pemukiman (SP) akan berisi 200-500 kepala keluarga (KK) dengan persebaran 100 KK per blok. Selain itu, setiap satu SP lokasi transmigrasi HTR akan berada dalam satu Satuan Kelompok Perumahan (SKP) stelsel beranggotakan 1.500-2.000 KK.

"Semoga pada Oktober 2008 nanti dapat dilaksanakan penanaman perdana tanaman karet di lokasi uji coba di tiga provinsi itu," ujar Erman.

Sejumlah fasilitas yang ditawarkan dalam lokasi KTM di kawasan transmigrasi itu seperti pasar, pertokoan, jasa perbankan, perbengkelan, industri kecil, industri rumah tangga. pelayanan pos, sarana pendidikan, dan layanan pemerintah. "Hak usaha penggunaan lokasi tersebut bisa 100 tahun lamanya," imbuh Erman.

Selain di kawasan hutan, Erman menjelaskan, pihaknya telah memulai pembangunan KTM di empat kawasan transmigrasi lainnya sejak 2007 lalu. Ke-4 lokasi tersebut adalah kawasan Mesuji (Lampung), Belitang, Telang dan Parit (Sumsel).

Empat lokasi tersebut juga memiliki potensi pengembangan sejumlah komoditi pangan strategis seperti kedelai, padi, jagung, sawit, karet dan kelapa. "Prospek penyerapan tenaga kerja di empat lokasi itu adalah sebesar 95.855 KK atau setara dengan 191.710 orang dengan rencana investasi Rp2,58 triliun," papar Erman.

Investasi berasal dari swasta dan pemerintah. Untuk swasta, investasi direncanakan dalam bentuk perluasan tanaman, pabrik penggilingan beras, pabrik minyak sawit mentah (CPO), dan pabrik lainnya. Rencana investasi dari pihak swasta sendiri mencapai Rp1,72 triliun.

Untuk kedelai, pemerintah memperkirakan potensi pengembangan di kawasan ini mencapai lebih dari 100.000 ha di 167 UPT/desa. Saat ini, kedelai memang masih harus diimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang besarnya 2 juta ton per tahun.

"Transmigrasi berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan kedelai nasional melalui aspek produksi dengan membangun dan mengembangkan sentra-sentra produksi kedelai di daerah transmigrasi," kata Erman.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 11 lokasi KTM melalui dana yang diperoleh dari APBN dan APBD. "Kami targetkan pembangunan 14 KTM untuk 2009 nanti," ucapnya. (Zhi/OL-06)

 

 
 
 
 
 
Tulisan Lain dari admin
 
 
 Artikel/Berita lainnya
 
 
 
 Komentar Pembaca
 

Komentar menunjukkan dedikasi kita...
 
 
 
 
Kembali ke Berita
Kembali ke Depan
 
 
 Statistik Situs
 
Menu Utama Terbagi: [ 65 ] / Jumlah Artikel Dalam Kategori Info: [ 314 ]
Jumlah penyelia lokal terdaftar: [ 2073 ]
Total Pengunjung: [ 19794081 ] /  Pemakai online:  1  / informasi lanjut
 
 
 
 
Pemprov KaltengLama membuka halaman : [0,078125] detik
Gunakan Internet Explorer 6.0, Mozilla Firefox 1.5.0.7!
:: Manual :: Email Administrator ::