Anda di ->Depan : Pusat Artikel : DINAS : Dinas Perkebunan : SEMINAR SEHARI TEKNIK PEMBUKAAN LAHAN TANPA BAKAR
 
 
 Menu Utama
 
  Depan
      Sekapur Sirih: KALTENG
  Kategori Info
      Berita
      Bulletin Isen Mulang
      Pemberitahuan
      ASISTEN
      BADAN
      DINAS
      BIRO
      Unit Pelaksana Teknis
      Kantor Penghubung
      Opini Publik
      Good Governance
      KAPET KAKAB
      BULOG Kalteng
      Logo Asli Kalteng
      PERATURAN WEBSITE
      DIREKTORI APPSI
      STAF AHLI GUBERNUR
      PERATURAN
      TPKUPD (Keuangan)
      Masa Ke Masa
      Topographi
      Sosial Ekonomi
      Agama, Adat dan Budaya
      Fasilitas
      Pariwisata
  Gallery
  Forum
  Iklan
  Situs Lama
  Manual Situs
 
 
 
 
Hai Tamu! di sini tempat:
[Mendaftar] [Login]
 
 
 Jejak Bacaan
 
» Tiada Jejak Tercatat!
 
 
 Tampilan
 
Pilih tampilan
 
 
 Modul
 
XML - Sumber Berita
Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini
 
 
 Jajak Mingguan
 
Kalteng menjadi lokasi dunia untuk proyek perintis menjaga paru-paru dunia. Central Kalimantan has been become a world pilot project in protecting the LUNG OF THE WORLD.
 
Most agreable / Sangat Setuju
Agree / Setuju
Moderate / Kurang Setuju
Disagree / Tidak Setuju
Referensi Jajak/Poll Reference
Tampilkan Semua Polling Aktif
 
 
 SEMINAR SEHARI TEKNIK PEMBUKAAN LAHAN TANPA BAKAR
 
  •  
  •  

Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini

  • Penulis: Proteksi
  • Di kirim oleh: Disbun
  • diserahkan: 7/2/2008 11:52:51 AM
  • Peremajaan terakhir: 02/07/2008 11:52:51
  • Di baca: 3956 kali
  • Jenis_isi: text/html (48228 Bytes = 0 * 1 MB + 48228 Bytes)
  • Bertempat di: Pusat Artikel : DINAS : Dinas Perkebunan

SEMINAR SEHARI TEKNIK PEMBUKAAN LAHAN TANPA BAKAR (PLTB) PALANGKA RAYA, 29 APRIL 2008

 KERJASAMA PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN PT. SYNGENTA INDONESIA
 
Latar belakang
Sub Sektor Perkebunan memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional antara lain dari aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek ekologi. Dari aspek ekonomi perkebunan berperan dalam meningkatkan pertumbuhan domestik bruto, meningkatkan ekspor komoditas dan berperan alam pengembangan ekonomi regional. Sedangkan dari aspek sosial, perkebunan mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup luas, meningkatkan ketahanan pangan serta memperkecil kesenjangan antara petani dan pengusaha perkebunan. Dari aspek ekologis, perkebunan memiliki aspek penting bagi lingkungan sebagai penyedia O2 dan penyerap CO2 serta berfungsi dalam konservasi sumber daya lahan dan air.
Sebagaimana tertuang dalam visi Gubernur Kalimantan Tengah sekarang ini, serta arah dan kebijakan pembangunan bidang ekonomi, bahwa pemerintah mendorong investasi, mendorong peningkatan basis produksi dan eksport non migas serta memperkuat ketahanan pangan dan penggerak sektor industri yang didukung oleh pemanfaan potensi SDA secara berkelanjutan termasuk industri berbasis SDA seperti pertanian, kelautan, pertambangan dan sumberdaya mineral.
Kegiatan pembakaran merupakan kegiatan yang telah dilakukan manusia sejak ribuan tahun yang lalu di seluruh belahan bumi. Kegiatan pembakaran ini terutama dilakukan dalam rangka penyiapan lahan baik untuk keperluan perladangan, pertanian menetap, perkebunan maupun pembukaan kehutanan pada umumnya.   Pembakaran yang disengaja maupun kebakaran liar memiliki sifat-sifat dasar yang sama. Perbedaannya terletak pada faktor penyebab terjadinya kebakaran sebaliknya pada kasus kebakaran liar, api dapat berasal dari alam, kelalaian manusia atau dari kegiatan pembakaran yang disengaja.
Kebakaran lahan dan hutan di Indonesia merupakan permasalahan yang rutin terjadi pada setiap musim kemarau. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dalam lima belas tahun terakhir khususnya tahun 1997 – 1998 bukan hanya merupakan bencana lokal ataupun nasional tetapi juga menjadi bencana regional. Asapnya telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara terutama Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Timulnya asap di berbagai wilayah Indonesia seolah-olah seluruhnya disebabkan oleh kebakaran hutan, pada kenyataannya sebagai besar kebakaran justru terjadi di luar kawasan hutan. Data hotspot yang dipantau satelit NOAA antara tahun 2002 sampai dengan 2005 menunjukan bahwa 60 – 70% kebakaran terjadi di luar kawasan hutan dan hanya 30 – 40 % kebakaran yang berada di dalam kawasan hutan.
Berdasarkan pasal 26 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan menyebutkan “setiap pelaku usaha perkebunan dilarang membuka dan atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan”. Dengan dasar tersebut Gubernur Kalimantan Tengah menginstruksikan agar semua pelaku usaha perkebunan dalam kegiatan Pembukaan lahan harus dilakukan dengan menerapkan teknis Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).
Teknis Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang dilaksanakan oleh masyarakat disesuaikan dengan kondisi vegetasi lahan di Kalimantan Tengah dan beberapa faktor pendukung pelaksanaan PLTB. Dalam teknik PLTB sisa-sisa tumbuhan berkayu pada pembukaan lahan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan arang, sedangkan gulma yang tumbuh berupa semak dapat digunakan sebagai kompos atau langsung dikendalikan secara kimiawi (herbisida). Untuk mengetahui efektifitas (mudah dan murah) dan kemudahan teknik pelaksanaan PLTB, maka perlu diadakan seminar sehari untuk mendapat masukan berharga dari para pakar pengambil kebijakan dan praktisi.
 
Tujuan
Seminar ini bertujuan untuk :
  1. Mencari alternatif teknis PLTB yang mudah, murah dan efektif dilaksanakan oleh pelaku usaha perkebunan;
  2. Memasyarakatkan PLTB sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan, lahan dan perkarangan di Kalimantan Tengah
Tema, topik dan pembicara
Tema seminar adalah “Teknik Pembukaan Lahan Tanpa Bakar Sebagai Salah Satu Upaya Pengendalian Kebakaran di Kalimantan Tengah”.
Topik-topik yang dipersentasekan dan pembicara dalam seminar adalah :
  1. Kebijakan Pengendalian Kebakaran Untuk Menunjang Pembangunan Berkelanjutan (Direktur Jenderal Perkebunan Jakarta);
  2. Pengaruh Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) terhadap Pertumbuhan Jagung (Ketua Asosiasi Pakar Jagung Indonesia Jakarta);
  3. Teknis Pembukaan Lahan Tanpa Bakar untuk Pengembangan Perkebunan (Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan);
  4. Dampak Penggunaan Herbisida Terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Lingkungan (Dekan Fakultas Pertanian UNPAR);
  5. Penggunaan Herbisida Mendukung Teknis Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) Dalam Pengelolaan Perkebunan Berkelanjutan (Direktur PT. Syngenta Indonesia);
  6. Strategi Pengendalian Kebakaran dan Upaya Penanganan Dampak Pelarangan Pembakaran Hutan, Lahan dan Perkarangan di Kalimantan Tengah (Kepala BPPLHD Provinsi Kalimantan Tengah).
Sasaran
Sasaran seminar adalah :
  • Terlaksananya pengendalian kebakaran hutan, lahan, kebun dan perkarangan sekaligus mencegah kerusakan lingkungan hidup dii Kalimantan Tengah;
  • Pelaku usaha perkebunan di Kalimantan Tengah dapat melaksanakan Pembukaan Lahan dengan teknis PLTB yang ramah lingkungan.
 
Peserta
Peserta seminar sebanyak 143 orang terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UNPAR, PT. Syngenta Indonesia, KTNA se Kalimantan Tengah, Perusahaan Perkebunan , LSM dan Tokoh Masyarakat.
 
Penyelenggara
Penyelengara seminar ini adalah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan PT. Syngenta Indonesia.
 
Hasil Kesepakatan
RUMUSAN SEMINAR SEHARI
 
TEKNIK PEMBUKAAN LAHAN TANPA BAKAR (PLTB)
PALANGKA RAYA, TANGGAL 29 APRIL 2008
 
Memperhatikan Sambutan Gubernur Kalimantan Tengah, Rektor Universitas Palangka Raya dan Direktur PT. Syngenta Indonesia serta materi-materi seminar yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Deptan, Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan, Ketua Asosiasi Tanaman Jagung, Kepala BPPLHD Provinsi Kalimantan Tengah, Dekan UNPAR, PT Syngenta Indonesia serta dengan memperhatikan hasil pembahasan dan diskusi yang berkembang selama pelaksanaan seminar yang dilaksanakan di Aula Pertemuan UNPAR, maka disepakati hal-hal sebagai berikut :
 
1.           Hasil seminar ini menjadi salah satu dasar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan DPRD dalam menghasilkan/merumuskan Teknis Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) untuk pembangunan pertanian sekaligus sebagai upaya pengendalian kebakaran di Kalimantan Tengah;
2.           Ada 4 (empat) pilar yang harus disinergiskan dalam rangka mengimplementasikan program pembangunan khususnya mensukseskan pelaksanaan teknis PLTB yaitu : pilar pemerintahan, pilar universitas/akademisi, pilar swasta dan pilar masyarakat, dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Namun dalam tahap implementasinya masih bermasalah, sedangkan solusi teknologi sebenarnya sudah tersedia. Adapun tugas yang harus disinergikan masing-masing antara lain :
a.         Pilar masyarakat mematuhi ketentuan umum dan teknis, mendukung dan melaksanakan pelaksanaan PLTB serta melakukan pencegahan kebakaran di wilayahnya;
b.         Pilar swasta (PT. Syngenta Indonesia) melakukan demontrasi penggunaan alat dan herbisida dalam pembukaan lahan, penyediakan kemudahan mendapatkan alat dan bahan bagi masyarakat di perdesaan;
c.         Pilar Universitas/Akademisi dan BPTPH melakukan penelitian, uji coba dan demontrasi teknis PLTB yang dapat diterapkan kepada masyarakat;
d.         Pemerintah membantu menyediakan sarana, prasarana pembuatan demplot dan sosialisasi Teknis PLTB.
3.           Kebakaran dan asap mengakibatkan gangguan pencemaran udara, kesehatan, transportasi, terganggunya roda perekonomian, kemunduran produktivitas tanah, musnahnya flora dan fauna tertentu, hancurnya harga diri bangsa di mata dunia (protes NGO) dll kerugian;
4.           CSR (Corporate Social Responsibility) adalah bagian dari tanggung jawab sosial semua pihak termasuk perusahaan swasta. Dalam hal ini PT Syngenta Indonesia melakukan kegiatan berupa seminar dan demontrasi sebagai salah satu wujud nyata tanggung jawab sosial;
5.           Pandangan yang mengatakan membakar lahan adalah kebiasaan yang tidak mungkin dirubah, justru harus dirubah secara bertahap, berevolusi dan terencana yang memuat nilai-nilai edukatif melalui pendampingan yang betul-betul konkrit. Aksi nyata yang telah dilakukan :
a.     Sosialisasi UU dan teknis PLTB ;
b.     Demplot PLTB;
c.     PT. Syngenta Indonesia telah melakukan kegiatan seminar sehari teknis PLTB dan demontrasi penggunaan herbisida (gramoxone + logran 75 WG) di areal percontohan UNPAR. Dilanjutkan dengan meninjau hasil demontrasi pennggunaan herbisida yang ada dapat diinplementasikan kepada masyarakat.
6.           Pedoman teknis Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang dibuat oleh Dirjenbun tahun 2006 sebagai bentuk Good Argicurtural Practices.   Pedoman ini perlu diperbanyak dan disosialisasikan oleh Pemerintah kepada masyarakat melalui Dinas teknis. Pedoman teknis PLTB yang telah ada segera ditindaklanjuti dengan pembuatan petunjuk teknis oleh pemerintah melalui Dinas teknis. Dalam petunjuk teknis PLTB menekankan pelaksanaan pembukaan lahan dengan cara manual, mekanis dan kimiawi;
7.           Olah tanah konservasi dengan teknologi TOT (Tanpa Olah Tanah) dengan menggunakan herbisida (kontak gramoxone) yang tepat merupakan salah satu upaya pengendalian kebakaran serta pendukung bagi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB);
8.           Olah tanah konservasi berupa olah tanah minimum (minimum tillage), olah tanah dalam barisan, olah tanah bermulsa dan Tanpa Olah Tanah (TOT) dengan menggunakan herbisida gramoxone merupakan alternatif yang baik untuk mengatasi kelengkaan tenaga kerja dan dampak kebakaran lahan, namun penggunaan herbisida harus diimbangi dengan penggunaan pupuk yang seimbang; 
9.           Biaya tindakan pencegahan kebakaran lahan akan jauh lebih murah dari pada tindakan pemadaman kebakaran dan rehabilitasi akibat kebakaran.
10.       Salah satu tindakan pencegahan pembakaran yang cepat, praktis, murah, efektif dan mudah aplikasinya adalah dengan menggunakan metode kimia yaitu dengan teknik penggunaan herbisida yang tepat dalam membuka lahan, disamping untuk pencegahan terjadinya kebakaran lahan adalah menggunakan herbisida kontak gramoxone;
11.       KTNA menganjurkan agar petani yang tidak membakar dalam pembukaan lahan diberikan insentif berupa pupuk, bibit/benih dan herbisida (kontak gramoxone) dari pemerintah;
12.       Program revitalisasi perkebunan perlu didukung di wilayah Kalimantan Tengah.  Landasan pembangunan perkebunan tertuang dalam UU No.18 Tahun 2004, yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara berkeadilan;
13.       Komoditas yang dibudidayakan oleh petani haruslah dibina dan didukung oleh Pemerintah Daerah, sehingga menjadi komoditas yang menguntungkan petani (terutama dukungan harga yang menguntungkan bagi produsen/petani);
14.       Teknologi budidaya tanaman pada lahan gambut sudah tersedia, perlu difasilitasi sehingga transfer teknologi tersebut ke petani berjalan cepat;
15.       Solusi pencegahan kebakaran lahan melalaui teknis PLTB sesunggguhnya telah tersedia, hanya saja implementasinya yang bermasalah. Dalam penerapan teknologi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) tersebut di Kalimantan Tengah, perlu dilakukan melalui sosialisasi teknologi PLTB yang sudah ada, dan teknologi pengembangannya diserahkan kepada semua pihak terlebih-lebih masyarakat pertanian;
16.       Peran serta semua pihak perlu digalang secara terus menerus sampai pengelolaan lahan pertanian betul-betul mencerminkan pengelolaan ramah lingkungan;
17.       Penggunaan Herbisida dalam bidang pertanian dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi mahluk hidup. Dampak positif tersebut meliputi penghematan waktu, tenaga dan biaya. Gulma yang mati sebagai mulsa dan pupuk. Dampak negatif terjadi bila digunakan tidak bijaksana yang berakibat musnahnya predator dan plasma nuftah, pencemaran air, suksesi dan resistensi gulma,dll;
 
  
                                              Palangka Raya, Tanggal 29 April 2008
 
                                              Tim Perumus :
 
 
1. Ir. Farinthis Sulaeman
2. Prof. Dr. Ir. Bambang S. Lautt
3. Ir. Pungkal N Kunum
4. Ir. Hanafi, M.Si
5. Ir. Midzon L I Johannis
 
 
 
 
 
 
 
Penutup
Seminar sehari dengan tema Teknik Pembukaan Lahan Tanpa Bakar Sebagai Salah Satu Upaya Pengendalian Kebakaran di Kalimantan Tengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan PT. Syngenta Indonesia telah terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain : pakar peneliti, pengambil kebijakan, pengusaha, petani, masyarakat dan para pihak lainnya. Dengan diadakannya seminar ini diharapkan outputnya dapat diimplementasikan sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Atas perhatian dan bantuan semua pihak hingga terlaksananya seminar ini diucapkan terima kasih.
 
 
 
 
 
 
 
 
Tulisan Lain dari Disbun
 
 
 Artikel/Berita lainnya
 
 
 
 Komentar Pembaca
 

Komentar menunjukkan dedikasi kita...
 
 
 
 
Kembali ke Dinas Perkebunan
Kembali ke Depan
 
 
 Statistik Situs
 
Menu Utama Terbagi: [ 65 ] / Jumlah Artikel Dalam Kategori Info: [ 314 ]
Jumlah penyelia lokal terdaftar: [ 2073 ]
Total Pengunjung: [ 19793585 ] /  Pemakai online:  0  / informasi lanjut
 
 
 
 
Pemprov KaltengLama membuka halaman : [0,039063] detik
Gunakan Internet Explorer 6.0, Mozilla Firefox 1.5.0.7!
:: Manual :: Email Administrator ::