Pencapaian ketahanan air, energi dan pangan untuk memenuhi potensi sumber daya air, harus dikelola lebih lanjut, seperti dalam hal penyediaan air bagi keperluan air baku untuk rumah tangga dan industri, termasuk juga pemanfaatan sumber daya air untuk penyediaan keperluan pembangkit energi listrik.

“Indonesia saat ini mempunyai potensi kotor energi tenaga air sebesar 75 GigaWatt. Dari potensi tersebut di atas, yang layak dikembangkan secara teknik dengan teknologi saat ini hanya 22.100 MegaWatt,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam acara Penandatanganan Naskah Kesepahaman antara Korea Midland Power Co. Ltd (KOMIPO) dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Muara Juloi, Wilayah Sungai (WS) Barito, Provinsi Kalimantan Tengah, Jakarta (1/4).

Sedangkan kapasitas yang terpasang hingga Juni 2012 sekitar 4.655 Mega Watt dan rencana pengembangan yang berdasarkan RUPTL PLN 2011-2020 sebesar 5.697 MegaWatt.

Penandatanganan naskah kesepahaman pengembangan PLTA Muara Juloi dengan kapasitas terpasang 284 MegaWatt dan kapasitas tampungan waduk sebesar 882 juta m3 pada WS Barito, Provinsi Kalimantan Tengah, merupakan sebuah terobosan baru dalam pengelolaan sumber daya air.

Djoko Kirmanto mengatakan, terkait kerjasama antar lembaga, saat ini sudah mulai menerapkan skema Kerjasama Pemerintah – Swasta atau Public Private Partnership untuk meningkatkan kualitas Pengelolaan Sumber Daya Air, yang termasuk didalamnya mempercepat realisasi pemanfaatan potensi energi listrik tenaga air.

Penandatanganan ini akan dilakukan secara due diligence dan diharapkan akan segera ditindaklanjuti dengan tahapan-tahapan selanjutnya dengan tetap mempertahankan transparansi. Ditjen SDA Kementerian PU dalam proses due diligence kelayakan teknis dan investasi menyiapkan Tim Kerja Khusus (Task Force Team) Percepatan Implementasi Potensi Kerjasama Pemerintah-Swasta di Bidang Sumber Daya Air.

Djoko Kirmanto berharap dengan terbentuknya Tim Kerja Khusus tersebut, naskah kesepahaman dalam waktu tidak terlalu lama dapat ditindaklanjuti dan diwujudkan menjadi Joint Development Agreement of Implementation.

(DatinSDA)

 



Komentar menunjukkan dedikasi kita...

Mari Berpartisipasi


Ikut berpartisipasi dengan mengirimkan artikel maupun berita sangat diharapkan demi kemajuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun sebelumnya Anda harus melakukan login/mendaftar terlebih dahulu sebagai User.

pusbindiklatren