Majelis Perserikatan Bangsa-bangsa menetapkan Tahun 2008 sebagai Tahun Sanitasi Internasional (International Years of Sanitation 2008 = IYoS 2008), dengan tujuan utama menempatkan komunitas global untuk mencapai sanitasi Millenium Development Goals (MDGs), yang merupakan kunci keberlangsungan hidup dan pertumbuhan 2,6 milyar anak di dunia berkembang yang belum menikmati sanitasi. 

Tujuan MDGs yaitu memberikan akses sanitasi bagi separuh dari 2,6 milyar orang yang saat ini tidak mempunyai sanitasi, dimana setiap tahun terdapat  250 juta kasus penyakit yang berasal dari air tercemar akibat sanitasi buruk, mengakibatkan sepuluh juta kematian, 1.5 juta diantaranya adalah anak-anak. Majelis PBB menetapkan tahun 2008 sebagai Tahun Sanitasi (IYoS) untuk mendukung komitmen global terhadap pencapaian MDGs 2015 : akses sanitasi bagi separuh penduduk dunia yang belum memilikinya, PBB menganggap sanitasi adalah penting karena sanitasi dan hygiene/kebersihan adalah kunci keberlangsungan hidup dan pertumbuhan anak di dunia berkembang yang belum menikmati sanitasi. 

Mayoritas penduduk di perkampungan dan pedesaan masih menggunakan sungai-kali untuk pembuangan BAB dan tidak memiliki resapan untuk menampung limbah BAB.Sungai dan kali di Indonesia juga digunakan untuk cuci dan mandi, sehingga sungai dan kali menjadi sumber penyebar penyakit, yang seharusnya dijaga kebersihannya, karena AIR MERUPAKAN SUMBER KEHIDUPAN. Dengan sanitasi yang memadai akan dapat memberikan kontribusi positif dalam kesejahteraan masyarakat, antara lain mengurangi angka kematian, meningkatkan daya tangkap anak dan produktifitas masyarakat.

Hingga saat ini di Indonesia masalah sanitasi masih merupakan masalah yang sangat serius, karena dari 100.000 kematian balita setiap tahun, 31.200 (30% lebih) diantaranya disebabkan oleh diare akibat sanitasi buruk. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kondisi sanitasi, antara lain melalui perbaikan dan pembangunan prasarana dan sarana sanitasi yang memadai serta kampanye nasional dengan focus pada anak sebagai titik sentral. Pembangunan sanitasi yang memadai pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif dalam kesejahtraan masyarakat, antara lain mengurangi angka kematian, meningkatkan daya tangkap anak dan produktifitas masyarakat.

Sebagaimana diketahui, anak memiliki semangat tinggi dalam menyerap pengetahuan dan ide baru, sehingga anak dapat menjadi contoh sekaligus member pengaruh langsung pada keluarga dan lingkungannnya. Fitur anak yang masih polos dan jujur dalam melihat masalah sekitarnya, diharapkan dapat menyampaikan pesan sanitasi kepada masyarakat. Bagaimanapun anak akan menjadi generasi penerus yang harus peduli terhadap masalah sanitasi agar dapat terwujud lingkungan yang bersih dan sehat.

Sejak dicanangkannya Tahun Sanitasi Internasional pada tahun 2008, komitmen Pemerintah cukup kuat untuk memperbaiki kondisi sanitasi di berbagai kota di Indonesia. Salah satu agenda yang dilakukan pada tahun 2008 adalah dengan penyelenggaraan Jambore Sanitasi Nasional.

Sejalan dengan kriteria tersebut maka Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan Seleksi Duta Sanitasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dimulai sejak tahun 2010. Duta Sanitasi terpilih akan dikirim mengikuti Jambore Sanitasi Nasional di Jakarta. Pada tahun 2013 kembali akan diadakan seleksi Duta Sanitasi Kalteng 2013 dari tanggal 13 s.d. 16 Mei 2013 di Hotel Luwansa Palangka Raya dengan Tema : "BERSAMA KITA PEDULI SANITASI DAN AIR MINUM". 

Persyaratan dan pendaftaran Lomba Poster dan Penyuluhan serta Lomba Karya Tulis dan Penyuluhan Tingkat Provinsi adalah :

Syarat Lomba :

- Peserta merupakan perwakilan sekolah dan perorangan

- Peserta lomba adalah siswa SLTP kelas 7 dan 8

- Poster ukuran A3

- Menggunakan peralatan gambar sendiri

- Karya tulis 2 sampai 5 halaman folio

- Gambar/karya tulis belum pernah dilombakan dan dipublikasikan

- Gambar/karya tulis diberi judul dan nomor peserta

- Gambar/karya tulis pemenang menjadi milik Panitia

- Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

Pendaftaran :

- Ambil dan isi formulir pendaftaran di sekolah masing-masing

- Seleksi di sekolah masing-masing, 6 orang peserta yang mewakili sekolah ybs.

Hadiah :

- Juara I : Piala + Piagam + uang tunai Rp. 5.000.000,-

- Juara II : Piala + Piagam + uang tunai Rp. 3.500.000,-

- Juara III : Piala + Piagam + uang tunai Rp. 2.500.000,-

- Juara Harapan I, II, III dan IV : Piala + Piagam + uang tunai Rp. 1.000.000,-

- Pajak ditanggung Peserta

- Juara I, II dan III akan dikirim mengikuti Jambore Sanitasi di Jakarta

 

 



Komentar menunjukkan dedikasi kita...

Mari Berpartisipasi


Ikut berpartisipasi dengan mengirimkan artikel maupun berita sangat diharapkan demi kemajuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun sebelumnya Anda harus melakukan login/mendaftar terlebih dahulu sebagai User.

pusbindiklatren