PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berharap alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Demikian disampaikan Gubernur dalam sambutannya pada acara Seminar dan Lokakarya Dampak Alih Fungsi Lahan Perkebunan Kelapa Sawit terhadap Lingkungan dan Masyarakat Setempat, di Swiss Belhotel Danum, Palangka Raya, Rabu (19/4).
“Kebun di Kalteng sebanyak 300-an, namun dinilai belum berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” jelas Gubernur.
Terkait dengan hal tersebut, Gubernur mendorong pembuatan kebun plasma guna meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mengurangi dampak negatif dari alih fungsi lahan.  
Sebagaimana diketahui, kebun plasma adalah lahan dari tanah warga yang disisihkan menjadi lahan kemitraan, bukan tanah atau lahan dari konsesi perkebunan inti.

 

Pada kesempatan tersebut Gubernur juga menegaskan perlunya pengawasan kebun dengan penguasaan modal asing di Kalteng. Selain itu, bagi izin perusahaan perkebunan yang belum beroperasi 5—10 tahun diusulkan untuk dicabut karena dinilai tidak serius membangun kebunnya. “Sejumlah izin perusahaan dengan luas lahan 800 hektare sudah diusulkan untuk dicabut,” kata Gubernur.

 

Sumber : Bidang Layanan E-Government Diskominfosantik Prov. Kalteng,  Biro Protokol dan Komunikasi Publik Kalteng



  Pembuatan Kebun Plasma by febribow @ April, 26 2017 09:10 [balas komentar] [lapor]

Pembuatan Kebun Plasma sangat baik baik kesejahteraan masyarakat kami yalla shoot

Mari Berpartisipasi


Ikut berpartisipasi dengan mengirimkan artikel maupun berita sangat diharapkan demi kemajuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun sebelumnya Anda harus melakukan login/mendaftar terlebih dahulu sebagai User.

pusbindiklatren