JAKARTA – Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran didaulat menjadi salah satu pembicara pada Indonesia Development Forum (IDF) di Gama Tower Jakarta, Kamis (10/8). “Kalteng dinilai sebagai salah satu provinsi dengan indikator yang memadai,” kata Gubernur. Forum yang digelar pada 9 Agustus—10 Agustus dan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla ini terselenggara atas kerjasama Kementerian PPN/Bappenas dan Australian Department of Foreign Affairs  and Trade (DFAT)  melalui Knowlenge Sector Initiative (KSI).

Bertujuan untuk memacu pertumbuhan yang berkualitas, IDF berusaha mencari masukan berupa inovasi dan terobosan dalam rangka mengatasi ketimpangan pertumbuhan pembangunan yang saat ini masih menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Pemerintah Indonesia.
Selaras dengan tujuannya, IDF melibatkan sekitar 100 ahli dari dalam dan luar negeri, serta sekitar 40 makalah dan presentasi dari 555 makalah yang masuk dengan topik-topik, seperti jaminan sosial, masa depan petani/nelayan kecil, keuangan inklusif, kewirausahaan sosial, ketimpangan di kota, dampak teknologi, dan pembangunan Indonesia Timur.
Secara keseluruhan, IDF diikuti sekitar 700 peserta yang terdiri dari para pemimpin pemerintahan, sektor swasta, akademisi, masyarakat dan komunitas pembangunan internasional. Selain Gubernur Kalteng, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang juga didaulat menjadi pembicara bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Pertanian Republik Fiji, serta Profesor Martin Ravallion dari Georgetown University, Amerika Serikat.
Dalam sesi diskusi, Gubernur Kalteng menyampaikan, masalah ketimpangan di Indonesia bisa diatasi dengan memindahkan pusat pemerintahan atau ibukota ke luar Jawa. Menurutnya, ketimpangan yang ada saat ini dapat dilihat dari porsi alokasi anggaran dari pusat ke Kalteng. Dengan luas 1,5 kali Pulau Jawa, alokasi anggaran pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur di Kalteng masih jauh di bawah Pulau Jawa.
Meski demikian, Gubernur Kalteng menyerahkan persoalan pemindahan ibukota kepada pemerintah pusat. "Selaku Gubernur, saya tidak meminta. Tapi selaku wakil pemerintah pusat, saya siap. Kami sudah menyiapkan 300 sampai 500 ribu hektar lahan," tambahnya.
Selain itu, jika pilihan dan keputusan Pemerintah Pusat jatuh kepada Kalteng akan disambut dengan ramah, karena warga Kalteng ramah dan toleran. “Kalteng akan menyiapkan kota yang bahagia untuk penduduknya," kata Gubernur.
Terkait dengan wacana pemindahan ibukota, diungkapkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas bahwa wacana tersebut memang menjadi perhatian pemerintah dan saat ini masih terus dikaji untuk tahap realisasi. “Kalimantan Tengah sudah punya lahan yang siap, tentu kita bersyukur. Kalau nantinya pindah ke sana, berarti kita tidak perlu biaya untuk pengadaan lahan,” imbuhnya.
 
Sumber : Bidang Layanan E-Government Diskominfosantik Prov. Kalteng,  Biro Protokol dan Komunikasi Publik Kalteng


  Pemindahan Ibukota by erbakan @ August, 11 2017 20:17 [balas komentar] [lapor]

jika Pemindahan Ibukota itu di rasa sangat baik, maka semoga dengan pinndahnya ibukota akan semakin baik lagi wassalam arti nama bayi

  Saatnya Ibukota Negara Pindah ke Tanah Borneo by www.indonesia.biz.id @ August, 13 2017 18:36 [balas komentar] [lapor]

 www.indonesia.biz.id mendukung proses perpindahan Daerah Khusus Ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Tengah

Mari Berpartisipasi


Ikut berpartisipasi dengan mengirimkan artikel maupun berita sangat diharapkan demi kemajuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun sebelumnya Anda harus melakukan login/mendaftar terlebih dahulu sebagai User.

pusbindiklatren