PALANGKA RAYA –Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, BSEE, MBA membuka acara puncak Gerakan Kedaulatan Pangan dan Energi melalui Produk Unggulan Daerah di Temanggung Tilung, Palangka Raya, sekaligus membuka pameran di lokasi yang sama, Minggu (19/11). Kegiatan ini diselenggarakan pada 1719November 2017 untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengembangan Produk Ungulan Kawasan Pedesaan (Prukades). Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi tiba di Palangka Raya, Sabtu (18/11) malam, dan disambut oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah H. Mugeni dengan acara adat Potong Pantan.

  
 
Dalam kunjungan kerjanya di Bumi Tambun Bungai, sedianya Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi akan memberikan arahan pada Rapat Penetapan Program Aksi Kebijakan Kedaulatan Pangan dan Energi melalui Produk Unggulan Daerah, sekaligus melakukan dialog interaktif dengan 202 Pelopor dan 200 Pendamping Penggerak Unggulan Daerah dari 73 kabupaten di Indonesia, pemerintah provinsi se-Kalimantan, dan 14 daerah se-Kalteng di Swissbell Hotel Danum, Sabtu (18/11). Namun, dikarenakan pesawat yang membawa Menteri dari Makassar baru tiba pada sekitar pukul 20.00 WIB, kegiatan dialog dipimpin Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Syamsul Widodo.
Sementara itu, selain telah membuka acara puncak Gerakan Kedaulatan Pangan dan Energi melalui Produk Unggulan Daerah, agenda Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi di Kalteng adalah mengunjungi Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan untuk meninjau pembibitan ikan patin dan agrowisata, serta berdialog dengan masyarakat di desa tersebut.
Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi saat ini sedang mendorong percepatan pembangunan desa melalui pengembangan Prukades yang digadang-gadang menjadi program unggulan dalam Gerakan Nasional Pembangunan Daerah. Indonesia dinilai sebagai negara besar serta kaya akan sumber daya alam yang tersebar di 74.910 Desa. Sebanyak 82,77% penduduk desa hidup di sektor pertanian, namun 50% dari penduduk miskin di Indonesia adalah petani. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, seperti skala ekonomi yang masih kecil, akses terhadap permodalan dan pemasaran produksi yang masih sangat terbatas, tidak adanya integrasi vertikal, tidak tersedianya industri pasca panen, serta minimnya keterlibatan pihak swasta.
Pengembangan Prukades diharapkan bisa menciptakan klusterisasi produk unggulan desa dan integrasi vertikal serta pelibatan sektor swasta dalam proses industri pasca panen, sehingga produk ekonomi pedesaan dapat meningkat, pengelolaannya dapat efisien, serta biaya produksi dapat ditekan untuk meningkatkan profit masyarakat desa. Pengembangan Prukades diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di desa, sehingga akan terus didorong sebagai Gerakan Nasional. Untuk itu, peran aktif seluruh stakeholder, khususnya pemerintah daerah dan para pelopor penggerak produk unggulan daerah, menjadi penting.
Dalam pengembangan Prukades, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi memfasilitasi kerjasama dengan semua stakeholder terkait melalui Forum Prukades yang meliputi Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Perbankan, serta dunia usaha baik BUMN maupun Swasta. Kawasan pedesaan diharapkan bisa fokus pada komoditas tertentu dengan skala besar untuk menarik investasi. Sebagai contoh adalah Kabupaten Pandeglang yang mempu menarik dunia usaha, seperti Artha Graha, Japfa Comfeed, PT Seger Agro Nusantara, Carrefour, dan Indofood untuk berkomitmen menampung produknya dan membuat sarana pasca panen. Dalam hal ini, Kementerian BUMN melalui HIMBARA memberikan kredit kepada masyarakat maupun dunia usaha.
Selain memfasilitasi kerjasama, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi juga mendorong pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung pengembangan Prukades. Dana Desa kali pertama kali disalurkan pada tahun 2015 dengan nilai mencapai Rp 20,67 triliun. Meski Dana Desa yang terserap baru 82,72%, namun hal itu tidak menyurutkan komitmen dan kepercayaan pemerintah kepada perangkat dan masyarakat desa untuk terus mengelola Dana Desa. Bahkan pada tahun 2016, Dana Desa dinaikkan 2 kali lipat lebih menjadi Rp 46,98 triliun dengan penyerapan sebesar 97,56%.
Selama 3 tahun, Dana Desa turut berperan dalam pengembangan Prukades, seperti dalam pembangunan 41.739 Unit Irigasi, 2.047 Unit Embung, 21.811 Unit BUM Desa,dan 5.220 Unit Pasar Desa. Kedepan, Dana Desa bukan hanya untuk membangun infrastruktur, namun juga untuk meningkatkan produktivitas ekonomi desa, khususnya melalui 4 program unggulan, yakni Prukades, Embung, BUM Desa, dan sarana olahraga desa.
Bahkan, dalam kunjungan Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi Putut Edy Sasono ke Desa Bungai Jaya, Kecamatan Basarang, Sabtu(18/11), Bupati Kapuas Ben Brahim S. Bahat menitipkan pesan untuk Menteri Desa, PDT,dan Transmigrasi agar ke depan Dana Desa juga bisa dipergunakan untuk keperluan membangun rumah ibadah sebagai sarana untuk pembangunan mental kerohanian atau akhlak.
Sementara terkait kontribusi Dana Desa terhadap penyerapan tenaga kerja, berdasarkan analisa serapan tenaga kerja tahun 2018, jika 30% Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 60 triliun digunakan untuk upah tenaga kerja, maka akan tercipta 5 juta tenaga kerja paruh waktu untuk pembangunan infrastruktur selama 2 bulan. Dari infrastruktur yang terbangun, seperti Polindes, Posyandu, PAUD, BUM Desa, dan Pasar Desa, akan tercipta lapangan kerja berkelanjutan (full time) sebanyak 692.788 lapangan pekerjaan.
 
 
Sumber : Bidang Layanan E-Government Diskominfosantik Prov. Kalteng,  Biro Protokol, Komunikasi Publik Kalteng


  balas by yuna79 @ November, 23 2017 18:29 [balas komentar] [lapor]

Wah semoga saja program ini bisa menjadi salah satu program yang memiliki sistem jangka panjang, apalagi kalau program ini memang memberikan dampak positif ke lingkungan sekitar. :D

UNA - Kami merupakan Arsitek Jakarta yang dapat membantu Anda merancang bangunan. 

  Pengembangan Prukades by otoy @ November, 29 2017 17:12 [balas komentar] [lapor]

Pengembangan Prukades diinginkan dapat membuat klusterisasi product favorit desa doa sholat dhuha serta integrasi vertikal dan pelibatan bidang swasta dalam sistem industri saat panen.

  tingkatkan keuntungan by otoy @ November, 29 2017 17:14 [balas komentar] [lapor]

hingga product ekonomi pedesaan bisa bertambah, pengelolaannya bisa efektif, asmaul husna dan cost produksi bisa ditekan untuk tingkatkan keuntungan orang-orang desa.

  Pengembangan Prukades by otoy @ November, 29 2017 17:17 [balas komentar] [lapor]

Pengembangan Prukades diinginkan bisa tingkatkan perekonomian orang-orang di desa, doa qunut hingga selalu didorong jadi Pergerakan Nasional.

  pemerintah daerah by otoy @ November, 29 2017 17:18 [balas komentar] [lapor]

Karenanya, peranan aktif semua stakeholder, ayat kursi terutama pemerintah daerah serta beberapa pelopor penggerak product favorit daerah, jadi perlu.

  Kementerian Desa, PDT by otoy @ November, 29 2017 17:20 [balas komentar] [lapor]

Dalam pengembangan Prukades, Kementerian Desa, PDT, bacaan sholawat Transmigrasi memfasilitasi hubungan kerja dengan semuanya stakeholder berkaitan lewat Komunitas Prukades yang mencakup Kementerian/Instansi

  informasinya sangat bermanfaat by peredam @ December, 02 2017 14:56 [balas komentar] [lapor]

 infonya sangat bermanfaat untuk semua peredam.simdif.com dan perdamsuara.simdif.com


Pilih Halaman : ( 1 ) | 2 | 3 |

Mari Berpartisipasi


Ikut berpartisipasi dengan mengirimkan artikel maupun berita sangat diharapkan demi kemajuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun sebelumnya Anda harus melakukan login/mendaftar terlebih dahulu sebagai User.

pusbindiklatren