PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH DAN BELANJA DAERAH DALAM RANGKA MENGATASI CELAH FISKAL DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Salah satu masalah dalam upaya percepatan pembangunan daerah adalah  masih besarnya celah fiskal daerah yang akan mempengaruhi kapasitas dan kualitas belanja daerah. Selama ini celah fiskal daerah tersebut, kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah Pusat adalah dengan dana transfer pusat, baik berupa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan dana transfer lainnya, seperti Bantuan  Operasional Sekolah (BOS), dan lain-lain. Upaya mengatasi celah fiskal tersebut tentu saja tidak akan berhasila apabila hanya dilakukan oleh Pemerintah Pusat, tanpa didukung oleh masing-masing Pemerintah Daerah dalam bentuk kebijakan fiskal daerah dan pengelolaan keuangan yang semakin baik dan berkualitas.

Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan daerah, telah memberikan paradigma baru dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, yaitu adanya otonomi dan desentralisasi yang semakin luas, termasuk  desentralisasi fiskal.

Khusus untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pelaksanaan desentralisasi fiskal telah mampu meningkatkan FisKal Daerah, hal ini terlihat dari  kinerja keuangan daerah, baik dilihat dari aspek pendapatan maupun belanja daerah yang semakin meningkat, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Berdasarkan data 3 (tiga) tahun terakhir, yaitu tahun anggaran 2011, tahun anggaran 2012 dan tahun anggaran 2013, dilihat dari kemampuan pendanaan dan belanja daerah yang mencerminkan kemampuan fiskal daerah, menunjukan hal sebagai berikut :

1.        Pendapatan Daerah.

 

APBD

TA. 2011

TA. 2012

TA. 2013

Provinsi

  1.705.516.480.000,00

  2.251.744.203.500,00

  2.501.734.823.005,00

Kabupaten/Kota

  8.310.631.029.709,00

  9.170.721.095.128,00

10.336.026.514.000,00

TOTAL

10.016.147.509.709,00

11.422.465.298.628,00

12.837.761.337.005,00

 

Dari data tersebut diatas menunjukan adanya peningkatan kafistas pendapatan daerah dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan, dimana kafasitas pendapatan daerah meningkat dari sebesar Rp. 10.016.147.509.709,00 tahun anggaran 2011 meningkat menjadi Rp. 12.837.761.337.000,00 pada tahun 2013 atau meningkat sebesar Rp. 2.821.613.827.296,00 atau 28,17 % dari tahun anggaran 2011.

 

2.         Belanja Daerah.

 

APBD

TA. 2011

TA. 2012

TA. 2013

Provinsi

  1.718.016.480.000,00

  2.248.744.203.500,00

  2.547.201.517.828,60

Kabupaten/Kota

  9.005.581.810.948,00

10.156.134.636.620,00

11.267.727.810.080,,00

TOTAL

10.723.598.290.948,40

12.404.878.840.120,10

13.814.929.327.908,40

Dari data tersebut diatas menunjukan adanya peningkatan kafistas fiskal belanja  daerah  selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dimana kafasitas fiskal belanja daerah  meningkat dari sebesar Rp. 10.723.598.290.948,40 tahun anggaran 2011 meningkat menjadi Rp. 13.814.929.327.908,00 pada tahun 2013 atau meningkat sebesar Rp. 3.091.331.036.960,00 atau meningkat 28,82 % dari tahun anggaran 2011.

 

Khusus terkait dengan Kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggara 2013 menunjukan peningkatan yang cukup baik apabila dibandingkan realisasi pelaksannaan anggaran pada periode yang sama tahun anggaran sebelumnya.  Hal ini terlihat dari realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 14 Tahun 2012, tanggal 13 Desember 2012 tentang Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2013 dan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 29 Tahun 2012, tanggal 13 Desember 2012 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013,  sampai dengan akhir twiwulan I tahun anggaran 2013, per 30 Maret menunjukan hal sebagai berikut :

 

1.         REALISASI PENDAPATAN DAERAH.

Realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2013 sampai dengan akhir triwulan I  tahun anggaran 2013 per 30 Maret, secara keseluruhan menurut transfer Kas Daerah,telah mencapai Rp. 699.095.707.677,63 atau 27,94 % dari target sebesar Rp.2,547.201.517.82800. Dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun anggaran 2012 sebesar 26,35 %, maka realisasi triwulan I tahun anggaran 2013 meningkat sebesar 1,59 %. Secara terperinci realisasi anggaran pendapatan sampai dengan 30 Maret 2013, menurut kelompok jenis pendapatan, adalah sebagai berikut :

a.        Pendapatan Asli Daerah ; terealisasi sebesar Rp. 254.538,818.073,63 atau 28,92 % dari target sebesar Rp. 874.484.773.005,00.

b.        Dana Perimbangan ; terealisasi sebesar Rp. 378.188.114.604,00 atau 27,48 % dari target sebesar Rp. 1.375.916.250.000,00

c.         Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah; terealisasi sebesar Rp. 70.248.980.557,00 atau 27,97 % dari target sebesar Rp. 251.333.800.000,00.

 

2.         REALISASI BELANJA DAERAH.

Realisasi belanja daerah tahun anggaran 2013 per 30 Maret 2013, berdasarkan Surat Permintaan Pencairan Dana (SP2D) secara keseluruhan telah mencapai sebesar Rp.509.429.321.936,03 atau 19,90% dari target sebesar Rp. 2.547.201.517.828,00. Realisasi ini lebih tinggi dari realisasi periode yang sama tahun anggaran 2012 yang hanya mencapai 9,08 %. Secara  terperinci realisasi anggaran belanja er 30 Maret 2013 menurut kelompok belanja daerah, adalah sebagai berikut :

a.      Anggaran Belanja Tidak langsung.

Realisasi anggaran Belanja Tidak Langsung per 30 Maret 2013 secara keseluruhan  mencapai Rp. 245.618.822.677,54 atau 19,37 % dari target sebesar Rp. 1.265.666.483.273,00 dengan perincian sebagai berikut :

1)        Belanja Pegawai terealisasi sebesar Rp. 69.490.479.531,00 atau 16,59 % dari target sebesar Rp. 407.335.033.420,00.

2)        Belanja Subsidi realisasi masih 0 % dari target sebesar Rp. 19.163.300.000,00

3)        Belanja Hibah terealisasi sebesar Rp.64.823.127.250,00 atau 23,16 % dari target sebesar Rp. 279.824.245.000,00

4)        Belanja Bantuan Sosial, terealisasi sebesar Rp. 542.500.000,00 atau 0,68 %  dari target sebesar Rp. 78.932.904.773,00

5)        Belanja Bagi Hasil Kepada bProvinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa, terealisasi sebesar Rp. 110.684.215.896,54 atau 29,97 % dari target sebesar Rp. 369.295.601.060,00

6)        Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa, terealisasi sebesar Rp. 9.500.000,00 atau 0,01 % dari target sebesar Rp. 89.295.601.060,00.

7)        Belanja Tidak Terduga, terealisasi sebesar Rp. 69.000.000,00 atau 0,31 % dari target sebesar Rp. 21.819.797.954,30.

b.      Anggaran Belanja Langsung.

Realisasi Belanja Langsung sampai dengan 30 Maret 2013 mencapai Rp. 264.234.195.258,49 atau 20,62 % dari target sebesar Rp. 1.281.536.034.555,00, dengan perincian sebagai berikut :

1)        Belanja Pegawai, terealisasi sebesar Rp. 5.258.260.485,64 atau 7,30 % dari target sebesar Rp.72.021.821.643,00.

2)        Belanja  Barang dan Jasa, terealisasi sebesar Rp. 58.052.252.698,30 atau 12,49 % dari target sebesar Rp. 464.685.637.771,00.

3)        Belanja Modal, terealisasi sebesar Rp. 198.954.629.990,00 atay 26,01 % dari target sebesar Rp. 744.827.575.141,00.

c.         Realisasi Anggaran Belanja  Langsung menurut Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Apabila dilihat dari realisasi Belanja Langsung pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, apabila dibagi ke dalam kelompok realisasi dan dikaitkan dengan target realisasi minimal 20 % triwulan I sesuai kebijakan Gubernur Kalimantan tengah, menunjukan hal sebagai berikut : 

1)        Realisasi anggaran belanja daerah 0 s/d 10 %, terdapat 2 (dua) SKPD.

2)        Realisasi anggaran belanja daerah 10 s/d 20 %, terdapat 20 (dua puluh) SKPD.

3)        Realisasi anggaran belanja daerah 2 s/d 30 %, terdapat 13 (tiga belas) SKPD.

 

3.        REALISASI PEMBIAYAAN DAERAH.

1.         Realisasi Penerimaan.

Rencana Penerimaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Angaran Tahun Sebelumnya sebesar Rp.73.466.694.823,00. Realisasi SILPA baru akan diketahui setelah dilakukan perhitungan anggaran tahun anggaran 2013, namun berdasarkan pencapaian realisasi tahun anggaran 2012 dan adanya pelampauan target pendapatan daerah serta adanya efisiensi anggaran melalui pelaksanaan lelang yang dilaksanakan melalui LPSE, target SILPA tahun anggaran 2013 akan melampauai dari yang ditargetkan.

2.         Realisasi Pengeluaran.

Realisasi Pengeluaran sampai dengan 30 Maret telah mencapai 100 % dari target sebesar Rp. 28.000.000.000,00, yang mreliputi :

a.    Pembentukan Dana Cadangan Dalam Rangka Pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Tahun 2015 sebesar Rp, 15.000.000.000,00

b.    Penyertaan Modal pada Bank Kalimantan Tengah 13.000.000.000,00.

 

4.        UPAYA PENCAPAIAN REALISASI TARGET TRIWULAN II.

Sesuai dengan Kebijakan Gubernur Kalimantan Tengah, bahwa target realisasi belanja daerah pada triwulan II telah ditetapkan sebesar Rp. 1.273.600.758.000,00 atau 50 %  dari target belanja daerah  sebesar Rp.2.547.201.517.828,00.   Hasil evaluasi ini sebagai bahan perbaikan pelaksanaan anggaran 2013 agar target realisasi pada trwulan II tahun anggaran 2013, dapat tercapai bahkan melampauai dari target yang telah ditetapkan.

                                                                         Kepala Biro Keuangan

     

 

 

                                                                                      Drs. LUBIS RADA ININ.

                     Pembina Tingkat I

                         NIP. 19590921 197901 1 001

 



Komentar menunjukkan dedikasi kita...

Mari Berpartisipasi


Ikut berpartisipasi dengan mengirimkan artikel maupun berita sangat diharapkan demi kemajuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun sebelumnya Anda harus melakukan login/mendaftar terlebih dahulu sebagai User.

pusbindiklatren