Peringatan Hari Jadi, Perkenalkan Kekayaan Budaya Kalteng

KUALA KAPUAS – Peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah menjadi even tahunan yang ditunggu-tunggu. Selain menampilkan beragam budaya, adat istiadat, dan industri kreatif Kalteng yang diharapkan bisa meningkatkan pemasukan bagi daerah, peringatan hari jadi juga bisa menjadi ajang silaturahmi dan unjuk gigi para partisipan dan perwakilan dari 14 kabupaten/kota di Kalteng.

Puncak peringatan hari jadi Provinsi Kalteng tahun ini digelar di Kabupaten Kapuas. Berbagai kegiatan mewarnai perayaan hari jadi provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini, seperti pelaksanaan even tahunan Festival Budaya Isen Mulang, Kalteng Quality Expo, Malam Syukuran Hari Jadi Ke-61 Provinsi Kalteng, dan Malam Hiburan Rakyat.

(Baca Juga : Wagub Ajak Masyarakat Gunakan Kartu ATM dan Debet Berlogo GPN)

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memimpin upacara puncak peringatan Hari Jadi Ke-61 Kalteng di Halaman Kantor Bupati Kapuas di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Rabu (2/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Sejumlah pejabat hadir dalam upacara tersebut, seperti Plt. Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Ketua DPRD Kalteng R. Atu Narang, Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono, dan Plh. Bupati Kapuas Rianova. Selain itu, hadir pula beberapa penjabat lainnya, seperti Danrem 102/Pjg, Wakapolda Kalteng, Kajati Kalteng, Pjs. Bupati Pulang Pisau, Ketua DPRD Kapuas, Dandim Kapuas, dan Staf Khusus Gubernur Rahmadi G. Lentam.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan, di usia Provinsi Kalteng yang ke-61 tahun, akan dilakukan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan Sugianto-Habib (Sohib) dalam pembangunan yang sudah berjalan selama dua tahun.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi kepada Kabupaten Barito Selatan yang tercatat menuai hasil terbaik dalam pelaksanaan Pilkada tahun 2017. Gubernur juga menyampaikan rencana pemekaran di dua kabupaten, yakni di Kotawaringin Timur dan Kapuas, serta rencana pemindahan Ibukota RI. “Kita telah mengusulkan pemekaran di Kabupaten Kotawaringin Timur yakni Kotawaringin Utara dan Kabupaten Kapuas yakni Kapuas Tanjung. Kemudian terkait rencana pemindahan Ibukota RI, Kalteng telah menyampaikan peta alternatif untuk lahan calon Ibukota RI," paparnya.

Sementara itu, dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Pemprov Kalteng telah mengusulkan Bandara Tjilik Riwut agar menjadi Bandara International. Gubernur juga menyinggung masalah energi dan sumber daya mineral serta pembangunan rumah sakit rehabilitasi Narkoba, di samping mengingatkan generasi muda untuk menjauhi barang haram tersebut.

Seusai pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi Ke-61 Kalteng, Gubernur beserta Ibu Ivo Sugianto Sabran secara resmi membuka Kalteng Quality Expo (KQE) 2018 di Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas yang dilanjutkan dengan peninjauan stand-stand di area pameran tersebut.

Pada siang harinya, Gubernur membuka secara resmi Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tahun 2018. Pawai FBIM yang menandai dimulainya even budaya tersebut mengambil start di Jalan Patih Rumbih, yakni di depan Rumah Jabatan Wakil Bupati Kapuas atau di samping Stadion Panunjung Tarung. Even tahunan itu sendiri, pada tahun ini memasuki pelaksanaan yang ke-25 sejak kali pertama digelar pada tahun 1993. Pelaksanaan di luar Ibukota Provinsi diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah penyelenggara. Setidaknya ada 20 jenis lomba yang digelar terkait even pelestarian adat Dayak tersebut, seperti lomba jukung hias, kuliner malamang, mangenta, sepak sawut, pemilihan jagau dan bawi nyai pariwisata, tarian pedalaman, tarian pesisir, karungut atau lagu khas daerah, serta besei kambe.

Malam Syukuran Hari Jadi Ke-61 Kalteng digelar pada Rabu (2/5) malam di Rumah Jabatan Bupati Kapuas yang dilanjutkan dengan Malam Hiburan Rakyat yang digelar di Stadion Panunjung Tarung.

Seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Ke-61 Kalteng ditutup pada Minggu (6/5) malam yang ditandai dengan pebutupan KQE 2018 dan FBIM 2018 di Stadion Panunjung Tarung. Penutupan seluruh rangkaian kegiatan dilakukan oleh Plt. Sekda Kalteng Fahrizal Fitri yang ditandai dengan pemukulan tifa. Pada kesempatan tersebut, Plt. Sekda didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng Muhammad Hatta selaku Ketua Panitia KQE 2018, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan, Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran, serta Forkompimda Kabupaten Kapuas.

Dalam sambutan yang dibacakan Plt. Sekda Kalteng, Gubernur berpesan agar peringatan Hari Jadi Ke-61 Kalteng dijadikan sebagai momentum untuk introspeksi terhadap apa yang telah dan akan dilakukan untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalteng. Apresiasi juga disampaikan kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kalteng tahun ini. Pelaksanaan tahun depan diharapkan akan lebih meriah lagi serta lebih memperkenalkan budaya, adat istiadat, dan industri kreatif Kalteng, sehingga dapat memberi pemasukan yang lebih besar lagi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng.

Di akhir sambutan Gubernur yang dibacakan Plt. Sekda Kalteng, masyarakat Kalteng kembali diingatkan dengan tema peringatan kali ini, yakni “Dengan Semangat Hari Jadi Ke-61 Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2018, Kita Tingkatkan Persaudaraan dengan Falsafah Huma Betang untuk Menuju Kalimantan BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah, dan Harmonis)”, serta sub tema kegiatan, yakni “Dengan Fahsafah Huma Betang, Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan dalam Mensukseskan Pilkada Serentak Tahun 2018 Menuju Kalteng BERKAH”.

Semantara itu, Ketua KQE 2018 Muhammad Hatta dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama lima hari pameran digelar, total omzet transaksi mencapai Rp 3,7 Miliar, di mana stand indoor mencapai omzet tertinggi dengan nilai Rp 3 Miliar. , sedangkan 700 Juta lebih disumbangkan stand outdoor dan stand pendukung lainnya. Hatta berharap pihak penyelenggara dapat mendatangkan peserta lebih banyak lagi, termasuk para peserta dari luar Kalteng, dari Kementerian atau bahkan dari mancanegara.

Kepala Daerah