You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

Plt. Gubernur Kalteng Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-75 TNI yang Dipimpin Langsung Presiden RI

  • 05 Oktober 2020 10:09
  • Dibagikan oleh Layanan E-Government
  • Dibaca 69 kali.

Palangka Raya - Plt. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke -75 Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara virtual dari Aula Makorem 102/Pjg, Senin (05/10/2020). Peringatan Tahun ini mengusung Tema  "Sinergi untuk Negeri".


Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Peringatan HUT ke-75 TNI dari Istana Merdeka. Upacara dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, Udara, serta seluruh jajaran TNI di penjuru tanah air.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng : Lewat Pers Kita Bisa Promosikan Potensi-Potensi Daerah)

Presiden RI Joko Widodo dalam amanatnya mengucapkan selamat kepada TNI. Kepala Negara juga mengapresiasi sekaligus berpesan agar TNI terus menjadi tentara profesional dan selalu bersinergi dengan rakyat.

"Atas nama pribadi, masyarakat, Bangsa dan Negara, Saya menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Tentara Nasional Indonesia. Selamat atas prestasi yang ditorehkan oleh TNI. Selamat atas kepercayaan dan kebanggaan rakyat Indonesia untuk saudara-saudara semua, dan selamat berbakti untuk ibu pertiwi,” ucap Joko Widodo.

Setiap tanggal 5 Oktober diperingati sebagai HUT TNI. Sejarah dan latar belakang berdirinya TNI berkaitan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah TNI dibentuk melalui perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dari ancaman Belanda yang ingin kembali berkuasa menjajah Indonesia melalui kekerasan senjata. TNI pada awalnya merupakan organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan selanjutnya diubah kembali menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) melalui Penetapan Pemerintah Nomor 4/SD Tahun 1946.

Pada 3 Juni 1947, Presiden pertama RI Soekarno kembali mengubah nama institusi militer ini menjadi TNI, dengan menunjuk Jenderal Soedirman menjadi Panglima Besar pertama TNI.

Usai upacara berlangsung, Presiden melanjutkan melakukan pengecekan kesiapan pasukan TNI dilapangan secara virtual di beberapa wilayah di Indonesia.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Prov. Kalteng H. Abdul Razak, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedy Prasetyo, Danrem 102/PJG Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kabinda Kalteng Brigjen Pol. M. Slamet Urip Widodo serta para tamu undangan lainnya.(YDS/Foto:Yudis)

 

Sumber : MMC Kalteng, Layanan E-Government Diskominfo Prov. Kalteng

gallery

Poster