Melihat Kehidupan Orangutan di TN Tanjung Puting

  • 08 Mei 2018 09:38. Berita "". Dibagikan oleh WAHYU FEBRIYANA (DEVELOPER). Dibaca 106 kali.

Taman Nasional (TN) Tanjung Puting terdapat di semenanjung Kalimantan Tengah. Disini ada konservasi orangutan paling besar didunia dengan populasi diprediksikan 30. 000 sampai 40. 000 orangutan yang menyebar di TN Tanjung Puting dan diluar TN Tanjung Puting ini. Diluar itu TN Tanjung Puting juga adalah Cagar Biosfer yang ditunjuk pada th. 1977 dengan ruang inti TN Tanjung Puting seluas 415. 040 ha yang diputuskan pada th. 1982.

Dengan status TN serta cagar biosfer, TN Tanjung Puting bisa terbangun kelestariannya serta adalah satu diantara daya tarik pariwisata di Indonesia. Ini berlainan dengan konservasi orangutan yang ada dibagian Kalimantan yang lain, dimana kita lihat orangutan ada di habitat buatan manusia.

(Baca Juga : Kunjungi Kalteng, Jaksa Agung Hadiri Sejumlah Kegiatan)

Di TN Tanjung Puting ini wisatawan bisa lihat segera habitat alami orangutan dengan segera serta lihat segera hidup mereka di alam liar. Tanjung Puting awal mulanya adalah cagar alam serta suaka margasatwa dengan luas keseluruhan 305. 000 ha. Langkah yang paling baik untuk berkunjung ke TN Tanjung Puting yaitu dengan memakai kapal klotok. Mengapa diberi nama kapal klotok? Karna kapal ini bunyinya " tok-tok-tok " hingga orang-orang sekitaran berikan nama kapal klotok. Kapal klotok ini adalah fasilitas transportasi yang cukup nyaman. Kapal klotok berisi 7 s/d 12 penumpang. Laju kapal ini tidaklah terlalu kencang, yalla shoot hingga kita dapat nikmati situasi Sungai Sekonyer di selama jalan. Dengan kapal ini beberapa penumpang bisa nikmati sunset, kunang-kunang serta hewan liar yang kadang-kadang tampak di pinggir sungai. 

Beberapa besar pengunjung TN Tanjung Puting ini yaitu wisatawan asing. Banyak wisatawan asing yang datang kesini buat orang-orang Pangkalan Bun serta TN Tanjung Puting lebih tingkatkan service mereka. Satu diantara misalnya yaitu ketika wisatawan menaiki klotok, servicenya tidak kalah dengan service hotel berbintang.

Pemandu wisata (guide) serta kapten kapal yang ramah. Masakannya juga begitu enak bila kita memperbandingkan dengan standard kota besar. Ini mungkin saja karna mereka sudah punya kebiasaan melayani wisatawan asing hingga standard kwalitas servicenya juga tetaplah bagus.

Demikian juga bila telah malam, kita bisa tidur nyaman diatas kapal klotok ditemani dengan kelambu. Musim ramai pengunjung atau high season di TN Tanjung Puting mengakibatkan kapal klotok penuh wisatawan. Bln. Juli s/d Agustus yaitu masa high season karna bersamaan dengan adanya banyak libur serta musim berlibur sekolah.

Bila anda menginginkan berkunjung ke TN Tanjung Puting jauhilah bln. itu. Diluar itu, janganlah lupa bawalah lotion anti nyamuk. Di selama menyusuri Sungai Sekonyer kita bisa lihat monyet-monyet yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lain. 

Camp Leakey di kenal jadi pusat riset orangutan. Pengunjung bisa pelajari orangutan di pusat info Camp Leakey. Berikan makan orangutan tidak diijinkan di Camp Leakey serta camp-camp yang beda. Camp ini juga akan senantiasa dijaga serta tetaplah perlu karna orangutan adalah spesies yang terancam punah, terancam oleh efek deforestasi serta perdagangan ilegal hewan peliharaan. Diluar itu Pondok Tangui juga adalah pusat rehabilitasi untuk orangutan yang sempat di tangkap. Di ke-2 pusat pelestarian ini, wisatawan juga akan memperoleh peluang untuk lihat dari dekat primata menarik ini serta belajar semakin banyak mengenai bagaimana kita bisa membuat perlindungan orangutan yang terancam punah dari Pulau Kalimantan. (BARRY KUSUMA)

Kepala Daerah